BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sepekan lebih Sekolah Dasar (SD) 4 Payaman libur karena kebanjiran. Sekolahan yang berada di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu bisa dikatakan jadi langganan banjir.
Kepala SD 4 Payaman Siti Seneng Kosidah mengatakan, tiap curah hujan tinggi SD 4 Payaman selalu kebanjiran, dan saat ini paling parah dan paling lama.
“Banjir kali ini ketinggiannya sampai pusar orang dewasa, serta sudah lebih sepekan belum juga surut,” ujarnya saat ditemui Betanews.id, Senin (9/1/20223).
Baca juga: Bak di Waterboom, Anak-Anak di Payaman Asyik Berenang di Depan Sekolah yang Kebanjiran
Proses belajar tatap muka akan dilanjut ketika banjir benar-benar surut dan sekolah dibersihkan.
“Sebenarnya ini sudah mulai surut, air sudah sebetis saja. Namun, sekolah masih libur. Masuknya nanti ketika banjir benar-benar surut dan tak ada lantai kelas yang terendam banjir,” bebernya.
Dengan kondisi ini, pihaknya melakukan peninggian lantai ruang kelas dan guru secara bertahap sejak beberapa tahun lalu.
“Sudah ada peninggian lantai ruang secara bertahap. Tahun lalu itu ada satu kelas dan ruang kepala sekolah yang lantainya ditinggikan. Sementara tahun ini, di periode saya mengajukan peninggian lantai dua ruang, yakni ruang guru dan ruang kelas satu,” ungkapnya.
Baca juga: Hadapi Siklus Banjir Besar 3 Tahunan, Warga Payaman Cuma Bisa Pasrah
Dia mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran peninggian lantai dua ruang itu kurang lebih Rp270 juta. Kosidah berharap pengajuan peninggian lantai dua ruang itu bisa direalisasikan.
“Semoga saja pengajuan kami disetujui, agar lantai kelas makin tinggi sehingga tak kebanjiran lagi ketika curah hujan tinggi. Jadi dan sekolah tetap bisa melakukan proses belajar mengajar,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

