BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan umat Hindu di Kota Semarang khusyuk merayakan Hari Raya Galungan di Pura Agung Giri Natha pada Rabu (4/1/2023) malam. Dalam perayaan kali ini, adapun doa khusus yang dipanjatkan untuk meminta kedamaian di Jateng, mengingat banyak bencana yang melanda pada awal tahun ini.
Perayaan yang dilakukan setiap enam bulan sekali ini, telah dipersiapkan umat Hindu sejak sore. Mengenakan pakaian adat Bali serta selendang yang dililitkan di pinggang, mereka memasuki pura dengan membawa sesaji yang nantinya diletakkan di altar. Sesaji ini sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan.

Perayaan tersebut dibuka dengan tarian Rejang Sari oleh lima orang, kemudian setelah tarian selesai mereka mulai melantunkan doa.
“Perayaan kali ini diikuti kurang lebih 300 umat Hindu. Hari Raya Galungan ini kita rayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali. Hari raya ini merupakan perayaan kemenangan Dharma melawan Adharma, atau kebenaran melawan kejahatan,” jelas Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Semarang I Nengah Wurta Darmayan.
“Dalam perayaan ini kami juga meminta kedamaian dan keselamatan. Mengingat awal tahun ini banyak bencana yang terjadi, seperti banjir, longsor dan lain sebagainya,” katanya.
Lebih lanjut, I Nengah Wurta Darmayan yang juga sebagai pemimpin perayaan Hari Raya Galungan ini menuturkan, setelah 10 hari perayaan Galungan, nantinya akan dilanjutkan dengan Hari Raya Kuningan.
Pihaknya pun berharap, perayaan kali ini nantinya bisa dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Sehingga kehidupan dapat berjalan aman, damai, dan sejahtera.
“Harapannya kita, khususnya umat Hindu bisa melanjutkan kegiatan-kegiatan yang positif, dan pada umumnya NKRI menjadi negara yang aman, damai, sejahtera, dan kehidupan menjadi harmonis,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Nyepi, Umat Hindu di Ngaru-Aru Boyolali Akan Arak Ogoh-Ogoh Setinggi 4,5 Meter
Salah satu umat Hindu Chrisdianto berharap, di hari kemenangan melawan hawa nafsu ini, menjadikannya lebih baik.
“Harapannya pasti ke depan kehidupan lebih baik. Alam juga lebih baik jadi tidak ada lagi bencana seperti kemarin, kemudian ekonomi kembali pulih dan stabil. Sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.
Editor: Kholistiono

