BETANEWS.ID, PATI – Akses jalan desa menuju Dukuh Bitheng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, sepanjang sekitar 1 kilometer terendam banjir. Tinggi genangan air mencapai 1,6 meter. Dengan kondisi itu, Warga harus menggunakan perahu untuk beraktivitas.
Meski banjir menggenangi pemukiman warga, namun, mereka memilih bertahan di rumah dengan membuat ranggon atau panggung.
Sedangkan kendaraan sepeda motor dievakuasi di pinggir Jalan Gabus-Kayen yang tidak terendam banjir. Di pinggir jalan juga terdapat posko dan warga yang berjaga.

Baca juga: Ratusan Rumah di Jati Wetan Terendam Banjir, Surutnya Bisa Berbulan-Bulan
Salah satu warga yang memilih bertahan di rumahnya adalah Sunarti. Ia menyebut, untuk beraktivitas dan membeli kebutuhan makanan menggunakan perahu.
“Banjir di sini sejak Sabtu (31/12/2022) dan sampai sekarang cukup tinggi,” kata Sunarti.
Ia memilih bertahan di rumah dengan membuat panggung di dalam rumah untuk menyelamatkan perabotan rumah tangga.
“Ya ndak ngungsi, di rumah saja,” ujar Sunarti.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Sudiman mengatakan, setidaknya ada 498 rumah di desanya yang terendam banjir. Ketinggian di desanya mencapai 1,6 meter.
Banjir juga mengakibatkan satu dukuh terisolasi karena tingginya genangan air.
“Terdampak banjir di Desa Banjarsari kurang lebih 498 rumah dan untuk semua akses jalan semuanya sudah lumpuh tidak bisa dilewati kendaraan. Sehingga untuk masyarakat kami terisolir,” kata Sudiman.
Baca juga: Tiap Hujan Deras Warga Temulus Kudus Tak Bisa Tidur, Siaga Banjir Limpasan Sungai Dawe
“Dukuh Bitheng itu mencapai 80 sentimeter sampai 1,6 meter, sudah separuh di rumah,” ucap Sudiman melanjutkan.
Sudiman mengatakan warga menggunakan perahu saat aktivitas sehari-hari. Warganya memilih tidak mengungsi dan membuat ranggon atau panggung di rumah.
“Warga kami membawa perahu. Kami untuk siapkan perahu-perahu dari BPBD untuk akomodasi mengantar bantuan berupa nasi atau mi,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

