31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Produk Tenun dari Warga Desa Glagahwaru Kudus Ini Pemasarannya Hingga Mancanegara

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak menggulung benang bercorak yang merupakan bahan pembuatan kain tenun khas Desa Troso, Jepara. Di rumah produksinya yang berada di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu, ia dibantu suaminya yang juga sedang sibuk menata satu demi satu benang. Wanita tersebut adalah Hadlirotul Qudsiyah (53), Perajin Tenun.

Kepada Betanews.id, wanita yang akrab disapa Hadlirotul itu memberi informasi tentang usahanya tersebut. Ia menuturkan, usaha itu ia rintis sejak 1980 an yang mayoritas di desanya dulu merupakan perajin tenun. Ia yang merupakan warga asli Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Hadlirotul Qudsiyah menunjukkan sarung tenun buatannya. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga: Cerita Hadlirotul Rintis Usaha Tenun Sejak Umur 15 Tahun, Gunakan Uang Tabungan Hasil ‘Nguli’ untuk Modal

-Advertisement-

Untuk produk tenun yang dibuatnya, menurutnya peminatnya tidak hanya dari dalam negeri saja, namun sudah mancanegera.

“Alhamdulillah dengan usaha dan perjuangan yang begitu berat saat itu, kini sangat menghasilkan dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup,” beber Hadlirotul saat ditemui di rumah produksinya, Senin (16/1/2023).

Menurutnya, saat ini ia memiliki dua produk yakni produksi kain tenun dan juga sarung tenun. Masing-masing produknya itu memiliki pangsa pasar yang berbeda yang berjalan hingga saat ini.

Untuk produk kain tenunnya, ia setorkan langsung ke Bali, sedangkan untuk sarung tenunnya diambil oleh bakul dari Pemalang yang kemudian diekspor ke beberapa negara, termasuk Arab Saudi.

“Dulu hanya produksi kain tenun saja yang biasa dijadikan pakaian. Semenjak pandemi, pemasaran berhenti, kemudian saya produksi sarung tenun yang peminatnya juga bagus. Tapi karena saat ini penjualan kain tenun sudah kembali seperti dulu, jadi produksinya ada dua jenis produk,” jelas warga Desa Glagahwaru RT 2 RW 5, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Baca juga: Aksesoris Tenun Troso di Kharinable Ini Jadi Buruan Anak Muda

Ia menjelaskan, saat ini total ada 12 karyawan yang ikut bekerja bersamanya, tapi produksi tenunnya di rumah karyawan masing-masing. 4 orang pekerja di bagian ikat benang, kemudian sisanya di bagian produksi tenun.

Setidaknya, dalam satu pekan pihaknya bisa mengeluarkan produk kain tenun 50 meter persegi dan sarung tenun sebanyak 15 pcs.

“Untuk harga kain per meter yang biasa Rp 50 ribu, Rp 70 ribu per meter untuk yang premium. Sedangkan untuk harga sarung tenun Rp 250 ribu,” rinci ibu tiga anak tersebut.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER