31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaJATENGMarak Tambang Illegal...

Marak Tambang Illegal di Jateng, Walhi Imbau Pemprov Perketat Izin dan Pengawasan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Permasalahan tambang ilegal di Jawa Tengah (Jateng) menjadi isu yang kini terus dibicarakan oleh sejumlah pihak. Termasuk Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

Salah satu tambang ilegal yang kini menjadi sorotan adalah tambang ilegal di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Diketahui di kawasan tersebut terdapat aktivitas tambang pasir tidak memiliki izin di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Direktur Eksekutif Walhi Jateng Fahmi Bastian mengatakan, kini aktivitas pertambangan di Jateng mulai meningkat. Adanya peningkatan ini lah yang menurutnya menjadi rawan disusupi penambang ilegal jika tidak ada pengawasan ketat.

Baca juga: Walhi Sebut Kawasan Industri Memperparah Krisis Iklim Pesisir Jateng

Untuk itu, Walhi Jateng menghimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk memperketat proses perizinan. Agar kasus di lereng Gunung Merapi tidak terulang di daerah lainya.

Pihaknya pun mendesak Pemprov Jateng untuk mengecek ulang soal perizinan dan kondisi kawasan pasca-aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Kalau memang untuk memperbaiki persoalan pertambangan galian C di Jawa Tengah, dicek dulu bagaimana situasinya, bagaimana proses-proses perizinannya dan bagaimana konteks wilayah-wilayah yang ditambangkan. Karena beberapa wilayah pertambangan itu malah merusak lingkungan sekitar,” ujarnya saat konferensi pers di Kafe Tatap Muka Semarang.

“Di Merapi, mereka bahasanya pakai bahasa- bahasa untuk kebutuhan aliran lahar dingin, normalisasi sungai lahar dingin, tapi sebenarnya itu pertambangan. Nah itu yang harus dicek lagi, makanya kemarin persoalan izin itu ditarik nasional mungkin kita nggak bisa mengupdate seperti apa, tapi ini dikembalikan lagi ke provinsi,” ungkapnya.

Baca juga: Walhi: ‘Kesehatan Warga Terancam Akibat Sampah Plastik di Tambakrejo’

Lebih lanjut, Fahmi pun meminta Pemprov Jateng untuk bertindak tegas kepada para pengembang termasuk penambang ilegal. Karena hal tersebut, menurutnya turut memperparah kerusakan lingkungan dan kerawanan bencana di suatu daerah.

“Ini yang akan kita lihat apakah nanti ada pertambahan signifikan pada konteks tambang. Karena misalnya saja kita ngomongin soal Kendeng di Pati, tambang yang akhirnya menyebabkan bencana banjir,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler