31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Kehilangan Sendal di Pesantren jadi Ide Awal Lutfi Bikin Sendal Ukir yang Peminatnya hingga Australia

BETANEWS.ID, KAB. SEMARANG – Pemilik usaha El Karya, Lutfi Chakim tak menyangka jika sendal jepit ukir karyanya bisa sampai dilirik warga Australia. Manfaat itu didapatnya setelah mengikuti program Lapak Ganjar. Tak hanya diminati bule, penjualannya pun semakin meningkat setelah mengikuti program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di akun Instagramnya @ganjar_pranowo itu.

“Yang jelas setelah direpost semakin dikenal. Mulai dari teman-teman, dan masyarakat umum. Teman memberi tahu teman, merambah area kecamatan, malah ada yang order dari luar kota Batam, pernah juga yang order dari bule Australia,” kata Lutfi, saat ditemui di tempat kerajinannya di Dusun Indrokilo RT 01/RW 01, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Minggu (29/1/2023).

Baca juga: Terbukti Bisa Naikkan Penjualan, Lapak Ganjar Jadi Harapan UMKM, Usaha Sirop Daker Contohnya

-Advertisement-

Menurutnya, sebelum ikut Lapak Ganjar, order yang masuk atau diterima hanya dua sampai tiga orderan. Setelah ikut Lapak Ganjar, peningkatan orderan mulai berdatangan. Bahkan, saat ini peningkatan makin terasa.

“Lumayan meningkat bisa 7, 10, pernah 15 orderan,” jelasnya.

Menurut Lutfi, usaha tersebut ide awalnya dari kegelisahan temannya yang kehilangan sendal di Pondok pesantren. Dari situ, dia kepikiran membuat sendal ukir agar tak mudah diambil orang.

“Asalnya dulu ketika saya ngaji di Pondok Pesantren Al Uqolak Kalisidi Ungaran, dua teman saya itu setelah Jumatan (salat Jumat) mengeluh, sendalnya hilang. Ya sudah sandalnya ditulis nama. Itu awal pertama sandal dipakai ukiran,” bebernya.

Sandal ukirannya dibuat dari sandal jepit yang diambil lebih dulu karet jepitnya, menyisakan permukaan sandal. Kemudian, Lutfi akan mengukirnya menggunakan alat ukir khusus sandal. Dia akan mengukir sesuai pesanan dari si pengorder. Baik itu berbentuk tulisan, logo, karakter animasi, hingga gambar wajah tokoh.

Baca juga: Berkat Lapak Ganjar, Omzet Wedang D’liz Asal Magelang Naik dari Rp200 Ribu Jadi Rp800 Ribu Sehari

Harganya juga cukup terjangkau yakni Rp25 ribu-Rp 35 ribu. Sedangkan jika ukiran logo atau animasi kartun yang mudah, Lutfi membanderolnya Rp30 ribu, gambar tokoh animasi yang sulit Rp35 ribu.

“Kalau hiasan ada versi dua, kalau tidak berpigura saya jual Rp75 ribu, dua wajah Rp85 ribu. Lebih dari satu pasang sandal ya harganya naik dan tergantung kerumitannya,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER