Dukuh Karangturi Terisolasi Banjir, Warga Butuh Bantuan Perahu untuk Transportasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Kudus diterjang banjir. Selain itu, banjir juga mengisolasi ribuan warga yang ada di Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Ketua RT 1 RW 3 Dukuh Karangturi, Parwoto mengatakan, sejak Sabtu (31/12/2022) akses jalan menuju Dukuh Karangturi mulai terendam banjir tapi masih bisa dilalui. Namun, sehari kemudian banjir yang merendam jalan tersebut makin tinggi dan sudah tak bisa dilewati kendaraan.

Warga menunggu giliran menggunakan perahu untuk menyeberang menuju Dukuh Karangturi. Foto: Rabu Sipan

“Sudah tiga hari kami warga Dukuh Karangturi terisolasi. Sebab, jalan akses keluar-masuk dukuh terendam banjir setinggi satu meter,” ujar Parwoto kepada Betanews.id, Selasa (3/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Warga Tanjungkarang yang Bertahan di Rumah Mengeluh Belum Pernah Dapat Bantuan Banjir

Di Dukuh Karangturi, kata Parwoto, ada sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 1.500 jiwa. Selama terisolasi, warga keluar masuk dukuh menggunakan beberapa perahu bermesin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kudus.

“Namun, karena desa yang terdampak banjir makin banyak sehingga sejak kemarin perahu tersebut dipindah ke desa lain. Saat ini warga hanya mengandalkan satu rakit dari relawan partai,” bebernya.

Sehingga, kata dia, tak jarang juga warga yang menunggu perahu terlalu lama. Jika warga tak sabar mereka pun terpaksa menerjang banjir dengan jalan kaki sepanjang satu kilometer.

“Jika perahu datangnya terlalu lama warga pun terpaksa terjang banjir sepanjang satu kilometer dengan kedalaman satu meter,” ungkapnya.

Baca juga: Dua Korban Tenggelam Terseret Banjir di Kudus Ditemukan Meninggal Dunia

Salah satu warga Dukuh Karangturi Dewi Ismawati menambahkan, karena dukuhnya terisolasi banjir dan tak ada perahu, suaminya bikin rakit dari styrofoam. Rakit tersebut digunakan untuk mengangkut barang belanjaannya.

Setiap hari, dia keluar dari Dukuh Karangturi untuk belanja barang dagangan.  Oleh karenanya, ia harus bikin rakit sendiri, meski rakit dari styrofoam itu hanya untuk mengangkut belanjaan agar tak basah.

“Rakit hanya kami gunakan untuk mengangkut belanjaan saja. Sedangkan kami tetap jalan menerjang banjir sepanjang satu kilometer dengan kedalaman satu meter,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER