BETANEWS.ID, KUDUS – Dua bulan jelang Ramadan tahun 2023, Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus bersama Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya melakukan rapat koordinasi terkait perencanaan digelarnya tradisi Dandangan. Tradisi ini, dua tahun terpaksa tidak digelar secara meriah, karena pandemi Covid-19.
“Ini baru rapat koordinasi perencanaan tradisi Dandangan di tahun ini. Namun, keputusannya tetap di Pak Bupati,” ujar Kepala Bidang (Kabid) PKL Disdag Kudus Imam Prayitno kepada awak media, Kamis (19/1/2023).
Baca juga: Gerabah Mainan Paling Diburu, Sukoto Sebut Penjualannya Meningkat Meski Tak Ada Dandangan
Setelah dua tahun vakum karena pandemi, kata dia, pihaknya mendapatkan masukan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk digelarnya kembali tradisi Dandangan. Tak hanya itu, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kudus pun mendesak agar digelar kembali tradisi menyambut Ramadan tersebut.
“Berbagai masukan dan permintaan para pelaku UMKM itu kami kolaborasikan. Dan, kami rapatkan perencanaannya dengan mengundang beberapa dinas lain yang terlibat dan desa/kelurahan sekitar lokasi Dandangan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, para pelaku UMKM dan warga Kudus sangat berharap tradisi Dandangan bisa diselenggarakan tahun ini. Setelah dua tahun pandemi, para pelaku UMKM ingin agar momen Dandangan bisa jadi kebangkitan ekonomi.
“Momen Dandangan sangat diharapkan sebagai momen kebangkitan ekonomi para pelaku UMKM. Oleh karenanya mereka mendesak agar tahun ini ada Dandangan,” tandasnya.
Baca juga: Tradisi Dandangan jadi Warisan Budaya Takbenda, Disbudpar Kudus Awalnya Ajukan 25 Tradisi
Untuk lokasi Dandangan, kata dia, rencananya ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Selain sepanjang Jalan Kudus, Alun-Alun Simpang 7 Kudus juga digunakan untuk stand Dandangan.
“Sementara waktu penyelenggaraan tetap 10 hari, dimulai H-10 sebelum puasa. Namun sekali lagi, itu baru perencanaan dan keputusan ada tidaknya tradisi Dandangan tahun ini ada di di Pak Bupati,” imbunnya.
Editor: Kholistiono

