BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memasukkan urban farming sebagai kurikulum muatan lokal di pendidikan kesetaraan, khususnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan sekolah swasta.
Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan, setelah memberikan sosialisasi di sekolah negeri, urban farming akan disosialisasikan juga untuk sekolah swasta dan PKBM. Menurutnya, urban farming menjadi mata pelajaran pada kurikulum merdeka ini bertujuan untuk membangkitkan bakat, minat, dan karakter siswa. Nantinya, porsi dari pembelajaran urban farming ini sebanyak 20 persen untuk kearifan lokal.
“Bu Wali menjalankan program itu karena memiliki beberapa tujuan, yakni membangkitkan karakter siswa. Yang kedua urban farming ini menjaga ketahanan pangan setidaknya secara kecil dahulu. Yang ketiga diharapkan bisa menjadikan Semarang lebih hijau dan udara kualitasnya baik,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Workshop Pengembangan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Kesetaraan, Senin (16/01/2023).
Baca juga: SMPN 39 Kota Semarang Latih Siswa Berwirausaha Lewat Urban Farming
Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Paud PNF Disdik Kota Semarang Rifki Nugroho menambahkan, workshop yang dilaksanakan di Gedung P4 UPGRIS ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai digitalisasi serta penerapan urban farming di kurikulum merdeka.
“Jadi nantinya output workshop ini, satuan pendidikan dan gurunya paham apa itu KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan), paham IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka), serta memiliki akun belajar.id,” ungkapnya.
Rifki menambahkan, nantinya pembelajaran di PKBM menggunakan kurikulum merdeka dan harus bermuatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila (P5) hingga aksi nyata. Sehingga tidak hanya materi, peserta didik juga bisa mempraktikkan pembelajaran secara langsung di lingkungannya.
Baca juga: Mbak Ita Selipkan Urban Farming ke Kurikulum Merdeka Belajar
“Wajib pakai kurikulum merdeka dan semua yang dilakukan harus berbasis P5. Jadi mereka tahu bagaimana berketuhanan, bagaimana berbudaya, bersosial, berinteraksi, berakhlak yang santun, dan sebagainya,” katanya.
Sejauh ini, lanjutnya, baru ada enam PKBM yang sudah melakukan kurikulum merdeka. Ia mengaku target selanjutnya tahun ini semua guru dan tutor harus mempunyai akun belajar.id, sehingga kegiatan PMM dan aksi nyata bisa segera dilaksanakan. Pihaknya juga terus menggenjot peningkatan digitalisasi disemua pendidikan PKBM.
“Kami menargetkan tahun ini semua pendidikan PK bisa berdigitalisasi, tapi kita tidak melupakan urban farming juga, jadi digitalisasi dan konvensional ini bisa berjalan bersama,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

