BETANEWS.ID, JEPARA – Dewi Irawati (49) tampak sedang menyolet kain yang telah di beri malam di rumah produksi Batik Sekar Jepara miliknya. Di bagian samping rumah itu memang jadi spot baginya untuk membatik berbagai motif batik khas Jepara.
Kepada betanews.id, Ira begitu sapaannya bersedia membagi kisahnya. Dari penuturannya, Ira telah belajar dan menekuni usaha batik sejak 2010. Berawal dari antarkan sang anak ikuti kelas membatik, Ira malah kepincut untuk belajar bersama.
“Ketika saya itu mengantarkan anak saya belajar membatik terus saya merasa bagaimana nyamannya menyanting. Kemudian saya ikut kelas batik dewasa setelahnya,” tuturnya, Rabu (25/1/2023).
Baca juga: Cerita Pilu Basiroh di Usaha Batik; Dari Ditipu Pembeli hingga Gadaikan Motor untuk Modal
Dari kelas batik itu, Ira membuat beragam batik untuk dirinya dan keluarga. Tak cukup di situ, Ira lantas mempelajari Batik Khas Jepara yang kala itu belum banyak dikenal.
“Mulai produksi di 2011. Tetapi terkendala karena saya hamil dan melahirkan anak kelima saya. Setelah itu lanjut punya produksi sendiri dan karyawan, tetapi jumlah penjualan tidak sebanding dengan produksi,” ungkapnya.
Lima tahun pertama, Ira sempat merasa putus asa karena sulit memasarkan Batik Jepara dan berkeinginan menutup produksi. Pada 2015 ia mendapat motivasi dan mulai berani memperkenalkan batik khas Jepara ke dinas hingga Bupati Jepara.
Tekadnya itu berbuah manis. Batik khas Jepara itu dilirik dan mulai mendapat tempat lewat edaran Bupati untuk wajib mengenakan batik Jepara. Sejak saat itu batik Jepara menggeliat bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Jepara.
Ibu lima anak itu membuat batik khas Jepara dengan motif lung-lungan yang diadopsi dari ukiran Jepara. Ia membuat berbagai macam jenis batik, mulai dari batik tulis, batik caplis (cap dan tulis), serta batik cap.
“Harganya batik cap mulai Rp125 ribu, caplis mulai Rp180 ribu dan batik tulis mulai dari Rp450 ribu lalu yang sudah jadi dari Rp225 ribu,” bebernya.
Baca juga: Berawal dari Kerja Serabutan untuk Biayai Kuliah, Wilis Kini Sukses Jadi Juragan Batik Ijo
Kini, batik buatan Ira banyak dipesan untuk seragam dinas ataupun keluarga. Pelanggannya tidak hanya dari Jepara, ada dari berbagai kota hingga luar pulau Jawa. Tidak ketinggalan turis mancanegara juga membeli batik Ira sebagai oleh-oleh khas Jepara.
Ia berharap, melalu Batik Sekar Jepara, dirinya bisa melestarikan batik Jepara sebagai warisan budaya. Tak hanya itu, usaha yang dijalaninya mampu bertahan dan diteruskan oleh anak cucu serta bermanfaat bagi banyak orang.
“Harapan saya melestarikan warisan tak benda dari leluhur kita yabg sangat agung. karena filosofi yang sangat dalam sekali. Terus setidaknya usaha saya bisa diteruskan anak cucu dan member kemanfaatan dan seluas-luasnya kepada masyarakat,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

