31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Keraton Solo Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Animo Pengunjung Langsung Tinggi

BETANEWS.ID, SOLO – Sempat ditutup karena ada konflik internal, Keraton Kasunanan Surakarta kembali dibuka untuk wisatawan, Selasa (27/12/2022). Pembukaan kembali itu tentu disambut antusias oleh pelancong yang ingin menikmati libur akhir tahun di tempat tersebut.

Dari pantauan Betanews.id di lokasi, Kamis (29/12/2022), banyak wisatawan yang rela mengantre demi bisa mengikuti tour di dalam keraton. Para wisatawan masuk ke dalam keraton melalui pintu Kori Kamandungan. Meski tak semua objek bisa dikunjungi seperti sebelum ada konflik, tapi mereka terlihat antusias mengikuti arahan tour guide yang memandu mereka.

Wisatawan sedang mendengarkan penjelasan dari tour guide di Keraton Solo. Foto: Khalim Mahfur

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Solo Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari menerangkan, pembukaan tersebut lantaran banyak wisatawan yang kecele ketika ingin berkunjung ke museum keraton. Apalagi, sudah hampir enam tahun Keraton Kasunanan ditutup.

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Siap Bantu Revitalisasi Bangunan Keraton yang Rusak Parah Asal Dua Kubu Akhiri Konflik

Untuk saat ini, pengunjung yang ingin melihat keraton tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Menurut wanita yang kerap disapa Gusti Moeng itu, dengan dibukanya keraton untuk wisatawan bisa menjadi wadah untuk belajar budaya keraton.

“Luar biasa, yang hari pertama itu jam 10.30 terus tutup itu 14.30 itu kira-kira 1.000 orang lah. Jadi kita ada pemandu itu ada 10 orang, jadi setiap masuk itu 30 atau 20 gitu. Terus kemarin (Rabu)  itu kira-kira kalau 800 (wisatawan) ada,” katanya.

Putri Paku Buwono XII itu menerangkan, pengunjung memiliki waktu sekitar 15 menit untuk berkeliling di dalam keraton. Selama tour, mereka akan mendapatkan penjelasan dari tour guide yang mendampingi.

“Jadi datang  kita kasih tahu di kompleks sini apa saja bangunannya, terus kegunaan bangunannya apa dan mereka dikasih kesempatan untuk foto-foto,” ujarnya.

Terkait keamanan, Gusti Moeng mengatakan bahwa hal itu merupakan tanggung hawab bersama dari pihak keraton, baik dari Sinuhun maupun LDA. Apalagi, saat di dalam keraton juga ada garis pembatas yang tidak boleh dilewati wisatawan sehingga tidak mengganggu kawasan pihak Sinuhun Paku Buwono XIII.

Baca juga: Putra Mahkota Sebut Konflik di Internal Keraton Solo Berdampak pada Proses Revitalisasi

“Sama Pak Kapolres kan dibatasi untuk ruang geraknya supaya tidak ada gesekan, sebetulnya nggak perlu ada gesekan. Saya sendiri dengan mereka akrab kok,” kata dia.

Lebih lanjut, Gusti Moeng berharap agar Keraton Solo bisa menarik minat para wisatawan seperti dulu lagi. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan pembenahan sehingga bisa seperti dulu.

“Ya kalau untuk pariwisata kalau keraton sudah bisa terbuka ya pastinya kita akan menata seperti yang sudah sudah, dan kekurangan pasti akan kita benahi,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER