BETANEWS.ID, KUDUS – Sabun yang merupakan barang wajib digunakan saat mandi untuk membersihkan kulit dari kotoran yang menempel, banyak beragam jenisnya. Salah satunya adalah sabun herbal yang memiliki kandungan alami dan bebas bahan kimia.
Salah satu sabun herbal yang ramah lingkungan, dapat dijumpai di Kebun Sabun yang berada di Jalan Bareng-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pemilik Kebun Sabun itu bernama Cindi Rizka Amalia (36).

Menurut Cindi, sabun herbal di Kebun Sabun mengandung bahan alami yang diambil dari kebun di rumahnya. Di antaranya, daun binahong, daun bidara, dan lain-lain. Sehingga aman digunakan untuk setiap jenis kulit, baik anak-anak maupun dewasa.
“Sabun herbal di Kebun Sabun ini sangat alami, jadi kami mengambil bahan dari kebun kami sendiri, contohnya daun bidara, daun sirih, dan lain-lain. Selain itu, sabun kami juga aman digunakan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Limbah dari pembuatan sabun pun ramah lingkungan, jadi jangan khawatir jika air atau tanahnya akan tercemar,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (10/12/2022).
Terdapat berbagai macam jenis sabun batangan yang ia buat, yaitu sabun binahong, pepaya, lidah buaya, bidara, kopi, secang, rempah, dan koko pandan. Cindi menambahkan, sabun herbal itu dapat digunakan untuk area kulit wajah dan seluruh tubuh.
“Untuk penggunaan memang tidak bisa instan, karena produk herbal itu butuh untuk perubahan. Jadi untuk kami pribadi sebagai produsen, mengingatkan kastamer untuk ikhtiar. Efeknya biasanya kulitnya lebih lembab, halus, jerawat berkurang, flek hitam berkurang, kulit anak yang gatal-gatal kena herpes cepat sembuh,” imbuhnya.
Cara pembuatan sabun herbal pun terbilang cukup mudah. Cindi menerangkan, untuk membuat sabun hanya memerlukan bahan-bahan seperti minyak kelapa, minyak sereh, minyak adas, dan campuran alami lainnya.
Baca juga: Sangat Ekonomis, Omah Sabun Bisa Jadi Jujugan Kebutuhan Sabun Rumah Tangga
“Prosesnya cukup sederhana, bahan-bahan diaduk menjadi satu kemudian dicetak dalam cetakan. Untuk menggunakan sabun minimal satu bulan baru bisa digunakan,” terangnya.
Sabun herbal di Kebun Sabun ini dihargai Rp 8 ribu per batang. Cindi menjelaskan, kini pelanggannya tidak hanya dari area Kudus sekitarnya saja, melainkan telah merambah hingga ke luar Jawa. Bahkan dalam sekali order ia dapat mengirim hingga ratusan sabun herbal batangan.
“Pemasaran terkedat, Jepara, Kudus, Semarang, paling jauh Surabaya, Sulawesi, dan Lampung. Kemarin dari Jakarta pernah dipesan hingga 200 sabun,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

