Awalnya Bikin Sabun Herbal untuk Putrinya yang Punya Kulit Sensitif, Kini Jadi Usaha Cindi yang Menjanjikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, di sebuah rumah yang berada di Jalan Bareng-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terlihat seorang perempuan sedang menyiapkan berbagai bahan untuk membuat sabun herbal. Di antaranya minyak kelapa, minyak sereh, minyak adas, dan campuran bahan alami lainnya dalam satu wadah. Ia lalu mencampurkannya dengan alat dan menuangkannya dalam wadah cetakan menjadi sabun batangan.

Perempuan tersebut bernama Cindi Rizka Amalia (36), Owner Kebun Sabun. Ia mengatakan, membuat sabun herbal sudah diawali sejak tahun 2019. Membuat sabun herbal, menurutnya berawal dari ketidaksengajaan. Katika itu, dirinya ingin membuat sabun untuk putrinya yang memiliki kulit sensitif.

Proses pembuatan sabun herbal. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Kisah Harsono Buka Kedai saat Pandemi yang Tujuannya Bikin Terharu

-Advertisement-

Setelah itu, Cindi mengembangkan produk sabun herbal tersebut dan menjadikannya sebagai peluang usaha.

“Awalnya saya memang pecinta lingkungan dan kebetulan anak saya memiliki kulit yang sangat sensitif. Saat itu saya membeli sabun herbal secara online, ternyata harganya lumayan. Dari situ saya mencoba membuat sabun herbal sendiri,” ungkapnya.

Produk sabun herbal yang ia buat, katanya sempat didokumentasikan dan dipromosikan melalui Youtube oleh saudaranya. Hal itu, membuat banyak permintaan dari berbagai kota hingga sekarang.

Tidak hanya itu, kegemaran berperilaku hidup go green, katanya telah dilakukan lama semenjak dirinya masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta. Cindi menceritakan, dirinya pernah mengikuti sekolah alam yang mengajarkan penggunakan produk organik ramah lingkungan yang kemudian ia terapkan dalam kehidupannya hingga sekarang.

“Kalau aku mulai dari kuliah di Yogyakarta, aku ikut volunteer sekolah alam dan mereka itu produk organik banget, jadi aku belajar dari situ. Istilahnya sekarang mungkin go green atau zero waste,” imbuhnya.

Untuk membuat sabun herbal, Cindi mengambil bahan-bahan alami yang ada di kebunnya. Ia juga membuat berbagai varian sabun, di antaranya binahong, pepaya, lidah buaya, bidara, kopi, secang, rempah, koko pandan, dan lain-lain. Untuk satunya, ia jual dengan harga Rp 8 ribu.

“Dari dulu saya memang senang dengan hal yang berbau dengan zero waste, itu kayak aku banget. Apalagi aku di rumah mengurusi anak dan membuat sabun herbal bisa disambi,” terangnya.

Baca juga: Kisah Rimbi yang Sukses Tekuni Bisnis Buket, Awalnya Cuma Bantu Teman untuk Wisuda

Bagi Cindi, membuat bisnis itu harus sustainable, yaitu tidak hanya sekadar memikirkan profit, melainkan juga dampak ke depannya. Sehingga tidak hanya sabun saja yang ramah lingkungan, kemasan yang ia gunakan pun dipilih dengan bahan yang mudah hancur dan terurai.

“Kalau meminta orang sama dengan kita itu malah membuat kita stres, jadi ya sebisa mungkin jika masih di wilayah saya ya tidak menggunakan plastik. Meskipun belum bisa dilakukan banyak orang, setidaknya dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER