BETANEWS.ID, PATI – Di ruas Jalan Sukolilo-Prawoto yang kondisinya rusak parah, tampak ada dua buah pohon pisang ditanam di jalan tersebut. Hal itu sebagai bentuk protes warga yang mengeluhkan jalan yang banyak berlubang. Bahkan saking rusaknya, beberapa kali mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas.
Perangkat Desa Prawoto Ahmad Zuhri mengatakan, alasan warga menanami pohon pisang di ruas jalan yang merupakan jalur utama penghubung Kudus, Purwodadi,Pati itu, agar pemerintah secepatnya untuk memperbaiki akses jalan yang rusak parah.

Baca juga: Kesal dengan Kondisi Jalan Sukolilo-Prawoto yang Rusak Parah, Warga Tanami Pohon Pisang
“Alasan ditanami pohon pisang dan tulisan “wisata 1000 lubang” di jalan ini, karena sudah mengajukan pembangunan jalan tapi tidak ditindaklanjuti. Soalnya ada banyak korban kecelakaan, dari akses jalan yang rusak parah ini,” beber Zuhri saat ditemui di lokasi Kamis (1/12/2022) siang.
Sebenarnya, kata Zuhri, pihaknya sudah mengajukan perbaikan sampai tiga kali ke Pemerintah Kabupaten Pati, namun belum ada tindakan. Kemudian para warga pun melakukan aksi tersebut sebagai bentuk peringatan agar para pengendara berhati-hati.
Iapun menyebut, aspal mengelupas di jalan yang ditandai dengan tulisan “wisata 1000 lubang” itu diakibatkan banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Sukolilo, Pati, termasuk Desa Prawoto.
“Aspal yang ngelupas ini disebabkan adanya banjir bandang. Banjir bandang ini sudah dua kali di hari Minggu kemudian dilanjut hari Selasa. Yang paling besar itu saat hari Minggu. Aspal mengelupas itu setelah banjir bandang hari Selasa. Karena sebelumnya sudah terjadi, kemudian dilanjut lagi, jadinya jalan aspalnya mengelupas,” terangnya.
Baca juga: Jalan Prawoto-Sukolilo Rusak Parah, Warga : ‘Sudah Sejak 2018 Lalu dan Tak Kunjung Diperbaiki’
Ketua Kelompok Tani Sido Rukun 0205 Bachroni menambahkan, akibat banjir bandang itu ada tiga titik tanggul jebol yang berdampak langsung ke lahan pertanian desa tersebut. Pihaknya merasa dirugikan, karena pertanian merupakan sebagai penyangga perekonomian desa tersebut.
“Pertanian sebenarnya sebagai penyangga perekonomian Desa Prawoto, kalau ada tanggul jebol itu ya memang dirugikan pak,” ungkapnya.
Ia pun berharap perhatian dari pemerintah, agar petani Desa Prawoto mendapat uluran tangan dari pemerintahan.
Editor: Kholistiono

