BETANEWS.ID, KUDUS – Andhini Banu Putri (40) terlihat merangkai kawat tembaga menjadi bros cantik berbentuk bunga di rumahnya, Desa Gribig Gang 17, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (16/12/2022). Di depannya, berbagai aksesoris tampak terpajang dengan rapi dan siap diambil oleh para pemesan.
Di tengah kesibukannya itu, Andhini bersedia menceritaka awal merintis usaha aksesoris tersebut. Ia mengatakan, mengawali bisnis aksesoris batu alam lantaran kesukaannya mengoleksi dan mengenakan gelang batu. Saat itu, ia yang dulunya menjadj guide di Ansor Silver Yogyakarta dan mengikuti workshop membuatnya mengenal berbagai jenis batu alam.

“Di Ansor Silver tahun 2005. Cuman saat itu saya belum kepikiran untuk jual, tapi untuk dipakai saja. Mulai jual itu ketika saya sampai di Kudus, lalu bikin model yang lain dan bikin komunitas ibu-ibu arisan. Nah dari situ banyak peminatnya,” kata wanita kelahiran Klaten itu.
Baca juga: Aksesoris Batu Dhien Art yang Penjualannya hingga Luar Jawa, Harganya Mulai 5 Ribu Saja
Dari situ, Andhini lantas mengembangkan karyanya dengan mencari referensi di Pinterest, Instagram, dan beberapa tutorial lain.
“Kita membuat biding itu secara nggak langsung merefresh otak, seperti membawa ketenangan,” imbuhnya.
Menurut Andhini, aksesoris dari batu alam ini memiliki keunikan. Selain memiliki tampilan yang natural, juga sangat cocok ketika digunakan untuk semua jenis kulit. Apalagi, perawatannya terbilang sangat mudah dan awet saat digunakan.
“Membuat biding memang saya suka dengan batu alam, karena warnanya yang natural dan cocok untuk kulit kita. Bahkan sagking sukanya, saya hampir hapal jenis-jenis batu, seperti jasper, red borneo, lapis lazuli, onyx, akik madu, dan lain-lain,” terangnya.
Baca juga: Dari Iseng Jadi Cuan, Cerita Huda Bikin Olahan Kentang ala Kafe yang Jadi Buruan Anak Muda
Terdapat berbagai macam aksesoris yang dijualnya, mulai dari bros dengan berbagai ukuran, gelang, kalung, dan pemesanan custom dengan harga dari Rp5 ribu hingga Rp120 ribuan.
Andhini juga sering mengisi pelatihan pembuatan aksesoris batu, salah satunya di acara workshop yang diselenggarakan oleh Balai/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kabupaten Kudus.
“Saya sering mengisi pelatihan di Gribig, Hadipolo atas nama BKM, yaitu mentoring manik-manik dan guiding pesertanya yang kebanyakan ibu-ibu dan mahasiswa,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

