Sempat Tutup 3 Bulan Karena Pandemi, Angkringan CS Djoglo Kini Jadi Tempat Tongkrongan Favorit Anak Muda

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, di Angkringan CS Djoglo tampak ramai oleh pengunjung yang datang silih berganti. Ada yang sekedar nongkrong, ada pula yang tampak sibuk di depan laptop.

Sementara, di bagian lain, seorang pria tampak berbincang dengan karyawan penjaga angkringan. Ia adalah Ali Shofyan Noor (28), salah satu pemilik Angkringan CS Djoglo.

Saat ditemui, Ali menuturkan, usaha angkringan tersebut sudah berdiri sejak Agustus 2019. Menurutnya, sejak awal Ali bersama rekannya berniat mendirikan usaha percetakan atau konter dengan menyewa ruko.

-Advertisement-
Tempat Angkringan CS Djoglo yang menawarkan tempat rumah joglo khas Kudus. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Angkringan Ini Tawarkan Makan Gratis Bagi Pelanggan yang Berani Bawa Selingkuhan Nongkrong Bareng

Namun tidak disangka, di dekat ruko yang hendak disewanya, seorang pria menawarkan padanya untuk membuka usaha angkringan dengan menyediakan tempat berupa rumah Joglo Khas Kudusan.

“Usaha angkringan ini tidak milik saya saja, jadi dulu kebetulan ada orang yang menawarkan usaha bareng. Orangnya ya pemilik rumah Joglo ini, karena dulu kosong tidak ditempati. Tanpa ragu saya dan teman saya langsung bersedia,” tuturnya, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya usaha angkringan dengan konsep tempat yang unik dengan mengangkat rumah joglo khas Kudus belum dijumpai di Kudus. Karenanya ia bersedia ketika mendapat tawaran tersebut.

“Usaha angkring kan usaha yang tidak terlalu ribet dan belum ada konsep seperti ini saat itu. Sekarang, tinggal saya yang kelola, karena rekan saya punya kesibukan jadi saya lanjutkan hingga kini,” sambungannya.

Kata Ali, awal membuka usaha tersebut mendapat respon yang baik, selang beberapa bulan usahanya diterpa pandemi Covid-19. Selama tiga bulan Ali menutup Angkringan karena penerapan PPKM yang mengharuskan tutup lebih awal, sedang angkringan miliknya buka mulai sore.

“Sukanya ketika pandemi, saya sempat tutup tiga bulan karena PPKM padahal saya buka sore jam 8 atau 9 malam harus tutup,” katanya.

Baca juga: Usung Konsep Jadul, Angkringan Batik Bikin Pengunjung Serasa Kembali ke Tempo Dulu

Setelah itu, Ali kembali membuka angkringannya. Karena saking lamanya tutup membuat orang menjadi lupa dan harus mencari pelanggan lagi. Adanya sosial media mempermudah Ali kembali memperkenalkan usahanya tersebut. Apalagi Ali menerapkan diskon yang unik dan tagline yang menarik.

Kini usaha angkringannya, kata Ali selalu ramai pembeli apalagi saat akhir pekan. Ia juga memiliki empat karyawan yang membantunya melayani pelanggan. Untuk pelanggannya saja tidak hanya warga lokal Kudus, melainkan ada dari Jepara, Demak hingga Pati.

“Harapannya, semoga ke depannya tetap bisa bertahan. Kalau bisa malah semakin ramai banyak pelanggannya, semakin berkah usahanya,” tukas pria asal Karangampel, Kaliwungu, Kudus.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER