31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Lewat Pelatihan Ecoprint, Emak-Emak di Japan Diajari Bikin Produk Khas Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa emak-emak tampak dengan tekun menempelkan satu demi satu daun-daun ke totebag yang ada di depan masing-masing. Sambil menempelkan daun, mereka terlihat mengikuti setiap intruksi yang diberikan. Step demi step mereka lalui, hingga akhirnya jadilah sebuah motif dedunan yang masyhur dengan nama ecoprint.

Pagi itu, mereka mengikuti pelatihan pembuatan ecoprint yang masuk dalam rangkaian acara Artsotika Muria ke-4 di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia Dian Puspita Sari menjelaskan, dalam pelatihan itu, pihaknya memanfatkan dedaunan yang tumbuh di Gunung Muria. Harapannya, nanti akan jadi produk khas Muria.

-Advertisement-

Baca juga: Batik Ecoprint Karya Rina Ini Jadi Incaran Banyak Orang, Setiap Bikin Langsung Laku

“Kemarin saya pesan yang ecoprint itu daun yang khas Muria jadi produknya bisa menjadi ecoprint Muria. Sebenarnya ecoprint di beberapa tempat kan sedang marak, jadi kita minta untuk memanfaatkan daun di sekitar Muria,” katanya pada betanews.id di SD 2 Japan, Senin (21/11/2022).

Hasil dari pelatihan tersebut, lanjut Dian, nantinya akan dipamerkan pada puncak acara Artsotika Muria ke-4 pada 25-27 November. Produk itu akan dijajarkan bersama karya seni lain, seperti dolanan anak, lukisan, dan cinderamata.

Ketua Komunitas Ecoprint Kudus Ayank Uti Helma Susanti mengaku senang melihat antusias 22 ibu-ibu yang aktif dan terampil selama mengikuti pelatihan. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memunculkan produk ecoprint khas Muria yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Japan.

Baca juga: Produk Ecoprint Godong Salam yang Penjualannya Tembus Pasar Luar Negeri

“Kegiatan hari ini pembelajaran dasar ecoprint kepada ibu PKK Desa Japan, karena ini nantinya bisa dijadikan souvenir,” ujarnya.

Helma menerangkan, pada kesempatan itu ia mengajarkan teknik dasar ecoprint yakni eco pounding. Langkah-langkahnya, yaitu memilih daun dan bunga yang ingin dijadikan motif lalu dipukul di atas canvas dengan palu hingga mengeluarkan air.

“Kita memberdayakan ibu-ibu di sini memproduksi totebag itu untuk oleh-oleh,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER