31 C
Kudus
Sabtu, November 26, 2022
BerandaKUDUSIndomaret dan Alfamart...

Indomaret dan Alfamart ‘Haram’ Berdiri di Desa Ini

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus sebagai Kota Industri beberapa tahun terakhir juga menjamur retail-retail modern semisal Alfamart, Indomaret dan lainnya. Hingga tahun 2022, di Kota Kretek sudah terdapat 123 outlet pasar dan retail modern.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Harso Widodo mengatakan, dari jumlah retail modern itu, tercatat sejak 2019 hingga tahun 2022 ada penambahan outlet baru sebanyak 43.

Baca juga: Dianggap Sudah Cukup, Pemkab Pati Setop Pendirian Toko Modern

- Ads Banner -

“Hingga 2022, jumlah retail modern di Kudus ada 123 outlet. 43 outlet baru itu sejak 2019 yang keberadaannya tersebar di empat kecamatan di Kudus,” ujar pria yang akrab disapa Harso kepada Betanews.id.

Dia pun kemudian merinci penambahan 43 outlet toko modern di tiap kecamatan di Kudus. Untuk Kecamatan Kota ada penambahan 19 outlet, Kecamatan Jati ada 11, Kecamatan Mejobo ada 5 dan di Kecamatan Undaan ada 3.

“Penambahannya hanya di empat kecamatan itu. Sedangkan untuk Kecamatan Jekulo, Bae, Dawe, Kaliwungu, dan Gebog tak ada penambahan,” rincinya.

Jumlah 123 retail modern di Kudus menurutnya, sudah cukup banyak. Namun, pihaknya tak bisa membatasi izin tersebut. Karena perizinan mendirikan usaha saat ini melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

“Kami tidak bisa mebatasi izin usaha retail modern di Kudus, sebab itu berkaitan dengan pengembangan ekonomi. Namun, tetap diatur agar keberadaan retail modern itu tidak terlalu dekat dengan pasar tradisional, yang dalam aturan minimal jaraknya 500 meter,” jelasnya.

Meski tak bisa membatasi izin pendirian retail modern, Harso mengatakan, ada desa yang tidak bakal dizinkan untuk pendirian retail modern, semacam Alfamart, Indomart dan lainnya. Desa tersebut adalah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

“Desa Rahtawu itu terkenal dengan wisatanya, sehingga banyak sekali minat investor. Namun untuk retail modern, kami tidak akan memberikan izinnya,” tandasnya.

Baca juga: Abaikan Protokol Kesehatan, Alfamart Perempatan Panjang Kudus Ditutup Sementara

Ia tidak memberikan izin retail modern di Desa Rahtawu karena tak ingin toko warga setempat nantinya kalah bersaing. Hingga mematikan perekonomian warga setempat.

“Desa Rahtawu adalah salah satu desa wisata yang banyak dikunjungi orang. Dengan tak adanya retail modern, maka para pengunjung akan membeli minuman dan jajan di toko warga setempat, sehingga nantinya meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,334PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler