BETANEWS.ID, SEMARANG – Enam warga Jawa Tengah terkonfirmasi positif Covid-19 varian XBB. Temuan ini menjadikan provinsi yang dipimpin Gubernur ganjar Pranowo itu jadi satu dari tujuh provinsi yang sudah dimasuki Covid-19 varian XBB.
Menanggapi ini, Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengimbau Dinas Kesehatan untuk segera menyiapkan skema penanganan Covid-19 varian XBB, mulai dari antisipasi penularan, pengobatan pasien, hingga tahap penyembuhan.
“Ini merupakan varian baru yang sudah diberitakan walaupun jumlahnya tidak banyak. Tapi saya mengimbau Dinas Kesehatan agar menyiapkan skema-skema pengobatan bahkan sampai tingkat penyembuhan,” katanya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Diprediksi Naik, DKK Semarang Imbau Warga untuk Segera Vaksin Booster
Tak hanya itu, Hamid juga meminta rumah sakit, tempat isolasi, obat-obatan, dan peralatan penunjang harus disiapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian XBB.
“Saat ini sudah ada tujuh rumah sakit yang sudah siap untuk peralatan, ruangan, obat-obatan, tempat isolasi dan sebagainya. Sehingga pemerintah sudah menyiapakn cadangan secara matang,” ungkapnya.
Di samping itu, data yang terhimpun hingga Kamis (17/11/2022), pasien aktif terkonfirmasi covid-19 seua varian yang saat ini menjalani perawatan dan isolasi jumlahnya mencapai 4.243 orang.
Dengan tingginya kasus tersebut, Hamid meminta masyarakat untuk menertibkan kembali protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.
“Pandemi Covid ini belum selesai, jadi saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lalai menerapakn protokol kesehatan,” ungkapnya.
Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Cenderung Meningkat, Rumah Sakit di Jateng Diminta Bersiap
Hamid menambahkan, pihaknya meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk mengawasi dan memantau penerapan prokes di seluruh sekto, mulai dari lembaga pendidikan, pasar atau mall, perusahaan, hingga instansi pemerintahan.
“Protokol kesehatanharus diketatkan lagi, sebagai bentuk kewaspadaan penularan, kami optimis bisa melewat adanya Covid-19 varian XBB ini,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

