31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSBeri Pembinaan BUMDes...

Beri Pembinaan BUMDes di Kudus, Teten Masduki Kenakan Peci Pandan Produk Desa Tergo

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Teten Masduki mengunjungi Kabupaten Kudus dan melakukan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Wisma Djarum Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Sebelum melakukan pembinaan dan audensi kepada puluhan pengelola Bumdes, Teten Masduki terlebih dulu melihat aneka produk hasil BUMDes yang berada di bawah binaan Djarum Foundation. Ketika ia melihat peci berbahan pandan, ia pun tertarik dan kemudian mengenakannya.

Ia juga melihat produk BUMDes Kudus lainnya, di antaranya, ada kopi Muria, produk olahan parijoto, madu, dan biola bambu. Bahkan, ia sempat memainkan biola bambu karya Ngatmin dari Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus.

Teten Masduki, Menteri Koperasi saat meninjau stand salah BUMDes. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: PT Djarum Gelar Pelatihan untuk Penyegaran Bisnis BUMDes di Kudus

Saat audensi, ia pun meminta BUMDes di Kudus untuk mengembangkan model bisnisnya. Agar BUMDes bisa menjadi rumah Usaha Mikro Kecil Menengah di desa tersebut.

“Menurut saya, BUMDes di Kudus ini sepertinya masih perlu pendampingan. Termasuk pendampingan dalam menggali potensi ekonomi di desa masing-masing,” ujar Teten kepada awak media, Jumat (4/11/2022).

Dia menuturkan, di Kudus terdapat banyak sekali sektor industri, oleh karenanya ia mendorong agar BUMDes bisa menjadi suplly chain atau rantai pasok untuk pabrik-pabrik yang ada. Misal BUMDes mengolah limbah pabrik, katering dan lain sebagainya.

“Termasuk juga bisa membuka usaha-usaha senidiri mengolah sumber daya yang ada di desa tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, legalitas juga penting. Jika memang BUMDes ingin memproduksi barang tentu harus ada legalitas izin usaha. Untuk itu pemerintah sudah memfasilitasi melalui perizinan yang bisa diakses dengan mudah, yaitu OSS (Online Single Submission).

“Ketika sudah mengantongi legalitas tersebut, untuk mengurus administrasi termasuk mengakses pembiayaan dari perbankan juga lebih mudah,” jelasnya.

Baca juga: Jadi Penopang Perekonomian, Dinas PMD Dorong Desa di Kudus Bentuk BUMDes

Sementara itu, Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto menyampaikan, PT Djarum bersama Desa Lestari dan Lokadata sejak 2019 telah melakukan pemberdayaan dan pendampingan terhadap sejumlah desa di Kudus dalam mengembangkan BUMDes.

Dari 123 desa di Kudus, masih ada 60 desa yang belum terbentuk BUMDes. Sementara sisanya 63 desa sudah terdapat BUMDes. Namun, baru ada 44 desa yang sudah legal BUMDesnya.

“Targetnya, tahun 2024 seluruh desa di Kudus sudah ada BUMDesnya semua. Tentu juga harus melibatkan sejumlah elemen masyarakat desa. Sebab membentuk BUMDes itu dari hasil musyawarah desa,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler