31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaNASIONALBatik Keraton Yogyakarta...

Batik Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman Dipamerkan di Taman Pintar

BETANEWS.ID, YOGYAKARTA – Kain batik dari Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman tampak terjajar rapi di Gedung Oval Taman Pintar. Deretan batik yang biasa dipakai pihak keraton itu bisa dilihat masyarakat umum dalam pameran yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 3 November 2022 itu. Tak hanya pameran, di tempat itu juga ada abdi dalem keraton yang memamerkan pembuatan batik dengan canting.

Kepala Seksi Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran Taman Pintar Yogyakarta Karmila menjelaskan, tema yang dipilih dalam pameran tersebut adalah Adiwastra Narawita: Kain Indah Sang Raja. Jadi ‘Adi’ itu suatu yang luhur, kemudian ‘Wastra’ itu adalah kain dan ‘Narawita’ itu adalah kepunyaan dari Raja.

Pameran Batik Batik Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman di Taman Pintar. Foto: Khalim Mahfur

Mila melanjutkan, keindahan yang dimaksud tidak hanya dari tampilan motif batik, melainkan juga dari nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam masing-masing kain batik. Setidaknya ada 27 koleksi batik yang ditampilkan dari Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

- Ads Banner -

Baca juga: Jadikan Pekalongan Pusat Batik Dunia, Ini Langkah Pemprov Jateng

‚ÄúDari keraton menampillan Awisan Ndalem atau Batik Larangan, kemudian dari Puro Pakualaman menampilkan kain batik bertema Dhaup Ageng Pakualaman yang dikenakan khusus untuk pernikahan putra dari Pakualaman,” terangnya, Selasa (1/11/2022).

Menurut Mila Batik Larangan dari Keraton Yogyakarta merupakan motif-motif batik yang penggunaannya terikat dengan aturan-aturan tertentu di Keraton dan tidak semua orang boleh memakainya. Hal itu lantaran dari motif batik Larangan diyakini memiliki kekuatan spiritual maupun makna filsafat yang terkandung dalam motif kain batik.

Sedangkan dari Puro Pakualaman menampilkan kain batik bertema Dhaup Ageng Pakualaman. Motif ini tercipta berdasarkan iluminasi tentang Batara Surya dalam naskah Sestradisuhul dan Sestra Ageng Adidarma.

Lebih lanjut, pameran batik ini dibuka pada Jumat (28/10/2022) lalu dan dihadiri GKR Bendara dan G.K.B.R.A.A Paku Alam (Gusti Putri). Sejak dibuka, menurut Mila, masyarakat sangat antusias melihat koleksi batik yang dipamerkan.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Wulan Kembangkan Usaha Batik Hingga Tembus Pasar Eropa

Alhamdulillah kemarin kita pembukaan tanggal 28 itu cukup bagus antusiasnya, ini hari ke-4 sudah cukup banyak, terutama pengunjung taman pintar,” katanya.

Untuk melihat koleksi batik dari Keraton Yogyakarta tersebut, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis.

“Gratis, ada kartu tersendiri khusus untuk pengunjung pameran di bagian informasi, nanti dikembalikan kembali,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler