31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSOLOAdu Jotos di...

Adu Jotos di Munas HIPMI, Panitia Sebut Ada Salah Paham

BETANEWS.ID, SOLO – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diwarnai kericuhan di Hotel Alila Solo, Senin (21/11/2022) malam. Dalam kericuhan ini sejumlah peserta hingga adu jotos.

Terkait insiden tersebut, Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Munas XVII HIPMI, M Ali Affandi mengatakan, bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman antarpeserta.

“Kejadian semalam disebabkan kesalahpahaman personal antarpeserta Munas HIPMI yang terjadi di luar sidang pleno. Akibat peserta kelelahan karena padatnya agenda munas sejak pagi hingga tengah malam,” jelasnya saat dijumpai di Hotel Alila Solo, Selasa (22/11/2022) siang.

- Ads Banner -

Baca juga: Tingkatkan Skill Anggota dan UMKM Kudus, HIPMI Gelar Workshop Entrepreneur

Menurut Ali, kejadian adu jotos tersebut tidak mempengaruhi kelancaran Munas. Ia menyebut, saat ini tahapan Munas masih berjalan sebagaimana yang telah dijadwalkan.

“Pada dasarnya panitia munas sudah membrief (membekali) kepada peserta agar seluruh tahapan berjalan humanis dan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan, bahwa pihak panitia meminta maaf kepada seluruh elemen, lantaran kejadian yang terjadi pada saat munas semalam. Ia menyebut, permasalahan itu akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami akan menempuh penyelesaian secara kekeluargaan, karena kami adalah keluarga. HIPMI selalu mengutamakan kekeluargaan, kalaupun terjadi suasana menghangat sedikit, tapi tidak panas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari beberapa peserta.

Baca juga: Jaring Pengusaha Muda, HIPMI Kudus Lebarkan Sayap di UMK dan IAIN Kudus

“Mereka berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan, namun demikian laporan yang masuk ke kami, kami terima, atau yang kami terima dan laporan itu pun juga akan kami tindaklanjuti,” ungkap Kapolresta.

Hal itu berarti, bahwa jika jalur kekeluargaan tidak menyelesaikan masalah, tak menutup kemungkinan akan dilakukan penegakan hukun secara restorative justice (keadilan restoratif).

“Artinya restorative justice tidak menutup kemungkinan akan kita tempuh jika memang kedua belah pihak yang terlibat selisih paham itu menghendaki penyelesaian secara kekeluargaan,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler