31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSEMARANGWarga di Kecamatan...

Warga di Kecamatan Pedurungan Semarang Diedukasi Tanggap Bencana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Semarang menggelar sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat wilayah di Kecamatan Pedurungan, di Aula Kelurahan Kalicari, Rabu (26/10/22). Kegiatan ini diikuti warga dari tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Kalicari, Kelurahan Palebon dan Kelurahan Gemah.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang Bambang Haryanto menerangkan, digelarnya sosialisasi tanggap bencana ini untuk memperkenalkan tugas-tugas BPBD kepada masyarakat yang mungkin kurang paham akan hal tersebut.

Baca juga: BPBD Kota Semarang Kembali Pasang EWS untuk Deteksi Dini Potensi Bencana

- Ads Banner -

Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan masyarakat bisa menjadi mitra dari BPBD dan bekerja sama untuk menghadapi potensi bencana alam ditengah cuaca ekstrem belakangan ini.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kesiapan kita dengan menggandeng elemen masyarakat. Sehingga kita beri sosialisasi agar masyarakat sigap dan siap ketika harus menghadapi bencana alam, seperti banjir, rob, longsor atau mungkin adanya ular atau hewan-hewan yang dianggap cukup membahayakan,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengimbau, apabila terjadi bencana alam, pohon tumbang atau penemuan hewan berbahaya dan lain sebagainya, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada BPBD Kota Semarang. Yakni dengan cara menghubungi call center pelayanan sigap bencana di nomor 112.

“Kami standby 24 jam, tidak lagi siap namun harus langsung action terjun ke lapangan ketika terjadi suatu kejadian atau peristiwa,” imbuhnya.

Di sisi lain, Lurah Kalicari, Catarina Nevy Herawati menyambut baik dengan kegiatan tersebut. Ia berharap setelah kegiatan ini masyarakat bisa lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya.

“Jadi seandanyai ada bencana-bencana mereka akan respon, guyub, sengkuyung tidak hanya jagake dari OPD, tapi dari warga sendiri juga harus bergerak,” terangnya.

Baca juga: BPBD Semarang Gelar Rakor Persiapan Gladi Lapang Bersama

Salah satu peserta sosialisai, Krismiati (42), warga Gayamsari mengaku senang mendapatkan ilmu baru dari kegiatan sosialisai tersebut. Ia mengaku menjadi bisa lebih waspada dengan keadaan di sekitar.

“Dapat ilmu untuk menangulangi bencana, kayak banjir, kalau ada hewan ular atau apa jadi tahu, bisa membedakan. Bisa makin waspada untuk menanggulangi bencana,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler