31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSTercemari Debu 'Ajaib',...

Tercemari Debu ‘Ajaib’, Warga Tenggeles Geruduk Gudang Jagung

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo melakukan aksi di Jalan Pantura Kudus-Pati, Senin (3/10/2022). Aksi tersebut dalam rangka menuntut penutupan PT Rajawali Putri Mulia (RPM), pabrik penggilingan jagung yang debunya disebut mencemari rumah warga dan mengganggu pernafasan.

Dalam aksi yang sempat membuat lalu lintas tersendat, mereka membawa berbagai tulisan dan menampilkan pertunjukan kesenian barongan.

Warga Tenggeles melakukan aksi demonstrasi di depan Gudang Jagung. Foto: Rabu Sipan

Salah satu warga Suharni (55) mengaku, sudah sekitar setahun rumahnya tercemari debu ajaib dari pabrik penggilingan jagung. Pasalnya, hampir setiap hari jika pabrik itu beroperasi maka di dalam rumahnya selalu penuh dengan debu.

- Ads Banner -

“Debunya itu sampai masuk rumah, kamar, dapur dan lainnya. Anehnya debu itu ajaib, setiap disapu bukannya bersih malah beterbangan kemana-mana,” ungkap Suharni.

Baca juga: Dinas PMD Bingung Dapati Data dari Kemensos yang Sebut Ada 9 Desa Miskin di Kudus

Padahal jarak rumah Suharni dengan pabrik penggilingan jagung itu cukup jauh sekitar 30 meter. Namun, tetap saja bisa tercemari debu limbah penggilingan jagung. Hal itu dimungkinkan karena angin dan lainnya.

“Yang jauh saja tercemari apalagi yang dekat. Oleh sebab itu sebagai warga kami menuntut agar pabrik itu dikembalikan ke fungsi awal yakni gudang, bukan tempat produksi penggilingan jagung,” bebernya.

Menurutnya, keberadaan pabrik itu sejak dua tahun yang lalu. Namun, dulunya itu gudang bukan tempat produksi penggilingan jagung.

“Dulunya itu gudang, tapi sejak setahun yang lalu alih fungsi jadi penggilingan jagung. Sehingga limbahnya mengganggu warga sekitar,” ujar imbuhnya.

Menurutnya, debu dari limbah pabrik penggilingan jagung sangat meresahkan dan merugikan warga. Selama ini dampak debu itu menyebabkan kulit warga gatal serta beberapa ada yang terserang batuk, karena debu.

“Debu itu bikin gatal-gatal di kulit dan menyebabkan pernafasan terganggu. Serta ada beberapa warga yang terserang batuk,” ungkapnya.

Baca juga: Persingkat Perjalanan, Banyak Warga Pilih Lewati Jembatan Sasak Sungai Wulan Ketimbang Jalur Utama

Hal yang sama juga dikatakan Nurwito (55). Warga yag rumahnya hanya berjarak dua meter di sebelah Timur pabrik itu mengaku sangat terdampak saat ada penggilingan jagung. Selain mengotori lingkungan, debu limbah produksi penggilingan jagung itu juga mencemari udara dan mengganggu pernafasan. Bahkan cucunya terserang batuk menahun.

“Dulu sebelum pabrik itu beraling fungsi produksi penggilingan jagung, cucu saya masih sehat. Namun, sejak ada limbah debu cucu saya terserang batuk menahun,” ujarnya.

Menurutnya, karena banyaknya debu sehingga pengobatan yang dijalani cucunya tidak berpengaruh. Pengobatan itu seolah percuma, sebab di lingkungan rumah masih tercemari dan banyak debu.

“Sudah berobat lama tapi cucu saya tak kunjung sembuh. Sebab debu masih banyak dari pabrik penggilingan jagung. Oleh karenanya kami menuntut pabrik ini dikembalikan ke fungsi semula yakni gudang bukan produksi penggilingan jagung,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler