31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Temuan Fosil di Situs Patiayam Lebih Utuh Dibanding Sangiran

BETANEWS.ID, KUDUS – Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Jekulo Kustiyani menyebut Situs Patiayam istimewa karena temuan fosilnya cenderung lebih utuh dibanding Situs Sangiran. Hal inilah yang menjadikan situs tersebut punya potensi besar jika bisa dikembangkan lebih baik lagi.

“Satu hal keistimewaan di Museum Patiayam, bahwa penemuannya relatif lebih utuh dibandingkan dengan Sangiran. Hal itu disebabkan proses binatang itu menjadi fosil mereka terjebak dalam lumpur dan tidak tergeser ke mana-mana. Berbeda dengan di Sangiran yang ada sungai Bengawan Solo itu kan airnya deras,” ujarnya saat mengisi kegiatan Belajar di Museum Patiayam bersama siswa SDN 2 Terban, Rabu (5/10/2022).

Tim MGMP Sejarah saat memberikan pelajaran soal Museum Patiayam kepada siswa SDN 1 Patiayam. Foto: Sekarwati

Potensi inilah yang menurutnya harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar bisa bersama-sama menjaga kelestarian Situs Patiayam. Salah satunya adalah lewat kegiatan Belajar di Museum Patiayam. Pada pertemuan itu, para siswa diajarkan mengenai sejarah museum dan jenis fosil. Hal itu dilakukan agar anak-anak paham mengenai peninggalan zaman dulu.

-Advertisement-

Baca juga: Museum Patiayam Targetkan Bisa Naik Kelas Jadi Tipe B pada Awal 2023

“Fosil yang ditemukan ada yang hidup di lingkungan laut dalam, laut dangkal, rawa-rawa, dan di daratan. Untuk fragmen manusianya itu ditemukan pecahannya, hanya saja memang masih dalam tahap penelitian. Jadi anak-anak tahunya hanya melihat replikanya, kemudian binatang-binatang banyak sekali, sehingga mereka tahu bahwa musuem Purbakala Patiayam sudah dihuni binatang-binatang purba,” katanya.

Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Gebog Indri Siswanti menambahkan, melihat antusias siswa SDN 2 Terban yang aktif menandakan adanya motivasi lebih dalam mempelajari sejarah di Museum Patiayam. Selain itu, ia juga memberikan hadiah kepada siswa yang telah mampu membedakan fosil dengan batu.

“Luar bias sekali jika anak bisa membedakan ini fosil dan batu. Itu mungkin kan hidup mereka di sekitar fosil, sehingga mereka belajar untuk membedakan itu, jadi sudah terbiasa dengan kondisi di daerahnya,” terangnya.

Baca juga: Disbudpar Kudus Gandeng MGMP Sejarah Kenalkan Museum Patiayam Pada Pelajar

Ia berharap, dengan adanya pengetahuan tentang peninggalan di Situs Patiayam, dapat menambah rasa kepedulian terhadap penemuan yang ada di Desa Terban. Sehingga, museum tidak hanya menjadi wadah saja melainkan menjadi bagian tempat berharga bagi mereka.

“Harapannya anak-anak tahu dan paham tentang bagaimana merawat, melestarikan benda-benda bersejarah. Kalau di Patiayam berarti benda purbakala, karena mereka tinggal di daerah yang berpotensi sekali menyimpan fosil-fosil Purbakala. Jadi mereka tahu harus berperilaku untuk melestarikan fosil temuan. Selain itu ingin menanamkan kecintaan tentang musuem,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER