31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaJATENGSampai Oktober, Zakat...

Sampai Oktober, Zakat ASN Pemprov Jateng Capai Rp57 Miliar, Ini Penggunaannya

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Nilai zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Baznas Jateng terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terhitung sampai pekan kedua Oktober 2022 ini sudah mencapai Rp57 miliar, atau setara dengan total zakat ASN pada 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, saat ia baru memimpin Jawa Tengah, ZIS Jawa Tengah hanya sekitar Rp110 juta. Setelah ASN Pemprov Jateng didorong, ZIS pada 2015 bisa naik menjadi Rp1,9 miliar. Trennya terus naik dari tahun ke tahun setelah ada aturan, sehingga pada 2016 menjadi sekitar Rp8,5 miliar, 2017 sekitar Rp18,1 miliar, 2018 melonjak menjadi Rp31,7 miliar. Tren itu terus berlanjut menjadi Rp48,9 miliar pada 2019, Rp50,4 miliar pad 2020, dan pada 2021 mencapai Rp57 miliar. Untuk 2022, per Oktober 2022 sudah mencapai Rp57 miliar.

Optimalisasi dalam menghimpun ZIS dari ASN,  beber Ganjar, merupakan contoh yang diberikan kepada masyarakat yang lebih luas. Maka, dia terus mendorong dari itu sektor di luar ASN atau pemerintahan, di antaranya perusahaan, hasil industri, hasil pertanian, dan berbagai sektor lainnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Baznas Jateng Siapkan Dana Bantuan Penanganan Bencana Sebesar 15 Persen

“Jadi zakat infak shodaqoh (ZIS), jangan salah, kekuatan ini dahsyat sekali. Kiai Daroji ini sudah improve dengan berbagai kegiatan. Ada yang konsumtif, ada yang produktif. Ada pelatihan, ada ekonomi. Ya kalau bicara soal beasiswa, menolong orang di rumah sakit, tidak bisa bayar sekolah, bangun rumah itu sudah terlalu banyak. Tapi yang ide produktif ini jauh lebih banyak, sehingga kalau ini bisa kita optimalkan, rasa-rasanya akan banyak masyarakat kurang mampu yamg tertolong,” jelasnya saat membuka Rakorda Baznas dan LAZ se-Jateng di Hotel Grand Mercure, Sukoharjo, Jumat (14/10/2022).

Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji menambahkan, jumlah ZIS dari ASN Pemprov Jateng itu diperkirakan akan bertambah hingga Rp70 miliar di akhir tahun.

“Itu dari ASN saja. Kalau ditambah dengan ZIS yang masuk dari 30 Baznas kabupaten/kota, UPZ masjid-masjid, dan lainnya, maka target tahun ini sebesar Rp2,1 triliun akan bisa tercapai, dan bukan tidak mungkin target tahun depan sebesar Rp2,6 triliun juga dapat tercapai,” ujarnya.

Baca juga: Daripada Dibuang, Minyak Jelantah Kini Bisa Disedekahkan ke Baznas Solo

Ditambahkan, selain dikelola oleh masing-masing dinas dan UPZ, sekitar 50 persen dari total ZIS disisihkan untuk kegiatan konsumtif, misalnya bantuan untuk pembangunan masjid, pendidikan sekolah dan madrasah, maupun kesehatan. Di bidang kesehatan digunakan untuk Smembantu orang sakit atau bantuan peralatan kesehatan seperti kursi roda dan kaki palsu.

“Selain itu kita juga alokasikan untuk bantuan bencana alam. Lalu juga kontribusi untuk pengentasan kemiskinan dengan bantuan RTLH dan bantuan produktif. Untuk RTLH sudah ada sekitar Rp6 miliar, lalu ada 14 pelatihan kerja yang dilakukan dengan total sekitar 8.000 orang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler