31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaEKONOMIPasar Banjir Kanal...

Pasar Banjir Kanal Barat Semarang, Pasar Loak Legendaris di Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di sepanjang jalan kawasan bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, setiap pagi hingga sore, banyak para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan barang-barang bekas dan antik. Dari yang jualan, jam, sepatu, HP, helm, timbangan, charger HP, cincin batu akik, baju hingga kamera bekas ada di tempat ini atau sering disebut pasar loak.

Bahkan di era tahun 90an, pasar ini sering dijadikan jujukan para pemburu barang bekas untuk membeli barang dengan harga miring.

Salah satu PKL Sunardi mengatakan, ia sudah berjualan sepatu bekas sejak tahun 80an. Tetapi untuk mulai berjualan di Banjir Kanal mulai tahun 90an.

Sunardi saat menjajakan sepatu bekas. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Berburu Barang Antik dari Penjuru Dunia di Kota Lama Semarang

Sunardi mengatakan, dulu pasar loak di sepanjang Banjir Kanal Barat sangat ramai, baik yang jual ataupun yang beli. Karena dahulu, belum ada aturan larangan berjualan, sehingga belum ada Satpol PP yang datang untuk mengusir para pedagang.

“Dulu tahun 90an masih ramai, di sepanjang jalan sini banyak yang jualan. Tapi lama-lama ada aturan tidak boleh berjualan, jadi kadang kalau ada Satpol PP disuruh pindah, tidak boleh jualan,” katanya.

“Karena dilarang jualan, jadi sekarang beberapa pedagang memilih jualan di depan rumah orang biar aman, jadi tidak di pinggir jalan lagi. Di sini sehari bayar uang sewa Rp 7 ribu,” tambahnya.

Sunardi sendiri menjual aneka sepatu bekas dengan harga yang cukup variatif, tergantung dengan kondisi dan merknya.

“Harga sepatunya macam-macam, tergantung kondisinya. Ada yang mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu,” katanya.

Sementara itu, Taman, salah satu pedagang di tempat tersebut mengatakan, meski zaman makin maju, tetapi masih ada sebagian orang yang tetap berminat membeli barang bekas.

Di lapaknya, Taman hampir menjual semua barang bekas. Ada jam tangan, HP, charger laptop, sepatu, dan masih banyak lagi.

“Dari kecil udah ikut jualan bapak di sini, terus begitu dewasa ya pernah kerja yang lainnya. Kemudian 2021 kemarin akhirnya saya putuskan jualan barang bekas di sini saja, kayak bapak,” akunya.

“Kalau ramainya, tentu ramai pas dulu, tapi kalau sekarang tetap masih lumayan yang ke sini, yang beli barang bekas. Ramainya itu biasanya hari Minggu, itu pedagangnya penuh, yang beli juga lumayan,” tambahnya.

Baca juga: Kian Sepi, Pusat Buku Bekas di Alun-alun Utara Solo Makin Tenggelam di Era Digital

Taman pun mengatakan, bahwa semua barang yang ia jual adalah barang bekas, bukan barang curian.

“Barang kita ini kasarannya ya barang rongsokan lah, jadi di sini yang jual kulakannya ya dari pasar loak yang lain. Kalau gak, biasanya ada orang yang jual. Tapi kalau kita beli dari orang yang jual pun harus hati-hati, takutnya yang kita beli ternyata barang curian, nanti urusanya sama polisi, nanti dianggapnya penadah, padahal kita hanya pedagang kecil yang tidak tahu apa-apa. Beberapa ada kasus seperti itu,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler