BETANEWS.ID, KUDUS – Pasar Plumpatan jadi jujugan banyak warga Kudus untuk berburu kuliner jaman dulu (jadul). Acara yang digelar sebulan sekali itu bertempat di Desa Gondangmanis, RT 5 RW 2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Ketua Panitia Pasar Plumpatan Muhammad Zihrul Abdul Naim menjelaskan, pasar berisi 40 stan itu menyediakan berbagai makanan tradisional seperti nasi aringan, nasi gureh, nasi aking, bakso combor, nasi jagung, nasi godongan, meniran, tiwul, glontor, gemblong, jadah pasar, ento-ento, kotelo, getuk, wedang blung, dan jamu gendong.

Menurutnya, yang menjadi ciri khas Pasar Plumpatan adalah adanya nasi Aringan. Bahkan pada Minggu, (2/10/2022), pihaknya membagikan 100 bungkus nasi aringan gratis kepada pengunjung.
Baca juga: Jangan Kaget, Jajan di Pasar Plumpatan Ini Bayarnya Pakai Koin Kayu
“Nasi aringan itu nasi uduk, nanti ada sambal dan tempongan yang tadi telah dikirab, kira-kira ada seratus lebih bungkus,” imbuhnya.
Zihrul menerangkan, tujuannya mengangkat kuliner jadul karena ingin mengenalkan pada generasi muda, sehingga remaja di Gondangmanis tidak hanya tahu namanya saja, melainkan ikut merasakan kuliner tersebut.
“Tujuan adanya kuliner jadul untuk mengangkat makanan tradisional, biar teman-teman semua khususnya anak remaja sekarang bisa mengenal kuliner tradisional, sehingga bisa melihat dan merasakan bagaimana kuliner jadul tersebut,” terangnya.
Pengurus Punden Kemantin Raden Mas Datuk Singoprojo Ali Mahmudi menambahkan, adanya Pasar Plumpatan berasal dari Haul Raden Mas Datuk Singoprojo. Perayaan ini dilakukan secara rutin sebulan sekali setiap Ahad Legi.
Ali menjelaskan, nasi aringan merupakan santapan dari Raden Mas Datuk Singoprojo ketika hijrah dari Jepara menuju Gondangmanis. Menurutnya, nasi aringan memiliki arti bagi siapa saja yang memakan akan menambah lagi.
Baca juga: Lestarikan Punden dan Belik di Muria, Kampung Budaya Piji Wetan Bakal Dirikan Museum Folklor
“Berdasarkan kesepakatan para sesepuh keturunan dari beliau, kita sebut aringan. Nasi aringan dalam bahasa Jawa itu berarti nasi yang bikin nanduk (nambah). Tapi ternyata setelah di-searching di Google dikomparasi makna ternyata aringan itu perayaan,” jelasnya.
Ia berharap, Pasar Plumpatan ini dapat menjadi keberkahan masyarakat lantaran hormat dengan sepuh desa Raden Mas Datuk Singoprojo. Selain itu juga melestarikan kebudayaan yang ada desa Gondangmanis.
“Semoga dengan memunculkan pembiasan tradisi, mudah-mudahan hormat takzim kepada leluhur nanti akan memberikan keberkahan kepada kita semua, melalui kegiatan yang bertemakan religi, perayaan, kebersamaan. Mudah-mudahan memberikan rido dari segala aktivitas kita. Guyub rukun dadi sedulur nguri-nguri bekti leluhur,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

