Ada Lomba Menulis Aksara Jawa hingga Geguritan di Festival Tunas Bahasa Ibu

BETANEWS.ID, KUDUS – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kembali digelar di Gedung Pusat Belajar Guru, Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Rabu (12/10/2022). Acara yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini mengadakan serangkaian lomba berbahasa Jawa yang diikuti siswa tingkat SD dan SMP.

Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Afri Shofianingrum menjelaskan, FTBI saat ini dibuka untuk siswa-siswi SD yang lolos seleksi tingkat kecamatan. Adapun cabang perlombaan yang diselenggarakan di antaranya menulis aksara Jawa, lomba mendongeng, dan geguritan.

Peserta lomba menulis Aksara Jawa di Festival Tunas Bahasa Ibu. Foto: Sekarwati

“Sedangkan SMP akan dilaksanakan tanggal 27 Oktober, yaitu ada lomba membaca aksara Jawa, berpidato, nembang macapat, dan nulis geguritan,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Putra Ganjar Ingin Esport Jadi Ekstrakurikuler di Sekolah, Apakah Bunda Setuju?

FTBI diikuti perwakilan putra dan putri dari sembilan kecamatan dengan total 64 peserta. Mereka akan diseleksi untuk mewakili lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada November mendatang.

“Nanti yang lolos kabupaten putra dan putri, akan maju tingkat provinsi tanggal 11-12 November di Hotel Griya Persada, baik jenjang SD dan SMP,” imbuhnya.

Afri berharap, kabupaten Kudus dapat mewakili tingkat provinsi dari semua cabang lomba. Mengingat tahun sebelumnya Kudus, hanya menduduki juara ketiga pada lomba mendongeng.

“Semoga kabupaten Kudus ada yang mendapat juara lagi. Kalau tahun lalu hanya dapat satu juara yang kita dapatkan, kayaknya juara tiga mendongeng. Semoga tahun ini, karena seleksinya lebih terbuka dan perwakilan dari sembilan kecamatan bisa mendapatkan semua cabang lomba, baik putra putri SD SMP,” bebernya.

Baca juga: Punya Banyak Atlet Berbakat, Sekolah di Kudus Diminta Buat Ekskul Bulutangkis

Menurutnya, FTBI merupakan upaya untuk melestarikan Bahasa Jawa yang mengalami penurunan. Sehingga, acara ini diharapkan mampu membangkitkan minat dan antusias anak dalam berbahasa Jawa.

“Luar biasa guru-guru kelas yang mengampu Bahasa Jawa ini. Saya harapkan setiap tahun memang Bahasa Jawa menjadi topik yang menyenangkan, apalagi guru-guru senior yang ahli Bahasa Jawa banyak yang purna atau pensiun. Sehingga, kita harapkan nanti menularkan ilmunya kepada teman-teman kami guru muda agar bisa nguri-uri Bahasa Jawa,” tandas Afri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER