BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa kalangan mulai merasakan dampak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku sejak 3 September lalu. Salah satunya adalah sopir angkot.
Purwito, salah satu sopir angkot jurusan Johar-Panggung menyebut, akibat kenaikan BBM, ia semakin sulit untuk mencari uang. Pasalnya, karena BBM naik, pendapatan yang dihasilkan semakin berkurang.

Baca juga: BBM Naik, Tarif Angkot Semarang Diperkirakan Naik hingga 50 Persen
“Cari uang susah malah ditambah susah, saya sangat keberatan. Karena kita cari penumpang pun juga susah, harus nunggu berjam-jam. BBM naik, masih bayar setoran, lantas keluarga gimana. Saya harapanya sih alangkah baiknya dikembalikan seperti semula saja,” katanya.
Selain harga BBM yang naik, Purwito pun mengaku sangat kesulitan karena adanya syarat pembelian BBM yang harus menggunakan Aplikasi My Pertamina.
“Udah BBM naik, terus kita kalau angkot mau beli bensin harus pakai apliaksi My Pertamina, itu tambah menyulitkan kita. Karena banyak dari kita yang buta huruf dan gaptek, HP kita juga jadul semua. Kalau sudah seperti ini, kita lebih sering beli bensin eceran meskipun mahal, kan modal kita jadi tambah banyak, bensin ecer itu Rp 12 ribu per liter,” katanya.
Ia pun mengaku, dalam sehari rata-rata hanya bisa mendapatkan 3-4 penumpang, dengan giliran keliling sebanyak 2 kali saja.
“Sekarang sehari paling 3-4 orang, itu aja nunggu berjam-jam udah kalah sama ojek online, giliran buat muter juga 2 kali puteran tok soalnya harus gantian sama temen yang lain,” akunya.
Kemudian saat ditanya mengenai kenaikan tarif, ia mengaku masih menaikan harga Rp1 ribu saja. Yang awalnya Rp.4 ribu kini naik jadi Rp.5 ribu.
Baca juga: Imbas Kenaikan BBM, Sopir Truk di Solo Minta Tarif Jasa Angkut Naik 20 Persen
“BBM naik mulai sabtu, kita sudah mulai menaikan dari hari Senin, sebenarnya mau menunggu dari pusat tapi karena tidak ada info dan untung kita juga pas-pasan, ya sudah kita naikan Rp1 ribu,” katanya.
“Yang awalnya Rp 4 ribu jadi Rp 5ribu, itu kadang aja masih banyak orang yang ngeyrl minta kembalian, kadang yasudah saya kasih kembaliannya. Kalau anak sekolah masih tetap Rp 2 ribu, kasihan kalau dinaikan,” tambahnya.
Ia pun berharap supir angkot, bisa mendapatkan bantuan BBM agar sedikit terbantu.
Editor : Kholistiono

