31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKUDUSSatpol PP Kota...

Satpol PP Kota Semarang Segel 15 Lapak Pedagang di Pasar Johar Baru

BETANEWS.ID, SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang melakukan penyegelan terhadap 15 lapak kosong di Pasar Johar Baru, pada Selasa (13/9/2022).

Meski lapak itu sebelumnya sudah dimiliki oleh pedagang, namun saat disegel oleh Satpol PP, lapak tersebut kosong. 15 lapak yang disegel Satpol PP Kota Semarang itu, terdapat di Pasar Johar Utara, Selatan dan Kanjengan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penyegelan hari ini hanya sebagian kecil. Penyegelan masih akan berlanjut hingga Kamis 15 September mendatang.

Petugas juga membuka sebagian lapak pedagang yang sempat disegel. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Tak Ditempati Berbulan-bulan, Ratusan Kios di Pasar Johar Disegel

“Ini kita segel karena kosong dan tidak dipakai. Tapi karena data belum lengkap, yang kita segel baru 15 lapak,” kata Fajar.

Menurutnya, untuk kios yang sudah disegel, pedagang sudah tidak bisa mendapatkannya lagi, karena sebelumnya sudah diberikan waktu beberapa bulan untuk segera menempati.

“Sudah tidak ada komunikasi lagi, karena sudah dikasih waktu sekian bulan, jadi hari ini yang kosong di police line dan kita minta Dinas Perdagangan, untuk pedagang yang masuk ke data tunggu agar segera masuk,” tutupnya.

Selain melakukan penyegelan, Satpol PP juga membuka segel terhadap 10 los dan 1 kios. Untuk kios yang sudah dibuka segelenya itu, nanti akan ditempati oleh 11 pedagang yang sudah mendaftar.

Fajar pun menambahkan, sejauh ini penempatan pedagang untuk yang bagian Johar Utara sudah hampir 80 persen, lalu untuk yang tengah 90 persen, sedangkan yang sisi selatan belum penuh.

“Di sini yang utara hampir 80 persen yang tempati, tenggah 90 perssen, selatan belum penuh. Sehingga nanti Johar Baru bisa penuh. Maka saya selaku Satpol PP ikut campur tangan karena Dinas Perdagangan juga ingin Johar ramai lagi. Kalau MAJT ada pasar, silakan, itu ranah dari nadir. Tapi yang jelas, tempat ini harus maju, karena pasar ini dibangun hampir Rp 800 miliar, jadi kita harus mengamankannya,” jelasnya.

Sementara, salah satu pedagang yang lapaknya sempat disegel oleh Satpol PP Kustiti menyatakan, bahwa ia sebelumnya kaget dengan adanya penyegelan tersebut. Karena saat itu, dirinya menutup toko untuk menjaga saudaranya yang sedang sakit.

“Pada saat itu, saya libur dua hari karena ada saudara sakit. Kios harus ditempati, nggak boleh libur. Waktu mau buka, kaget kok disegel. Ketika saya urus harus menunggu segel dilepas dulu. Nggak berani nempati selama disegel, jadi tutup selama dua minggu,” ujarnya.

Kendati demikian, ia merasa bersyukur karena hari ini segel di tokonya sudah dibuka kembali, sehingga ia bisa menjual dagangannya kembali.

Baca juga: Disdag Kota Semarang Berikan Syarat Bagi Pedagang yang Ingin Tempati Lapak di Pasar Johar Baru

Sedangkan Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Dinas Perdagangan Kota Semarang Ali Sofyan menerangkan, untuk kios yang sudah dibuka segelenya, nanti akan ditempati oleh 11 pedagang yang sudah mendaftar.

“Yang dicabut ada 11, 10 los dan 1 kios. Nantinya kios yang dibuka segelnya dikhususkan untuk pedagang yang belum mendapatkan kios, dan yang sudah mendaftarkan tapi belum dapat. Kemarin didata jumlah yang dibuka ada 58, tapi sudah diklarifikasi, akhirnya tinggal 11 saja,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler