Puluhan Model Blangkon dari Berbagai Daerah Dipamerkan di Festival Blangkon Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Puluhan model blangkon dari berbagai daerah dipamerkan dalam Festival Blangkon Solo di Rumah Dinas Wali Kota Solo atau Loji Gandrung. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (9/9/2022) sampai Minggu (11/9/2022).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Solo Mintorogo menerangkan, ada tiga hal yang menjadi esensi dari kegiatan itu, yakni budaya, edukasi kepada anak muda tentang blangkon, serta bazar untuk menggerakkan ekonomi.

“Paling tidak ditarik dulu, dengan berbagai macam isian yang umum tapi tetep ada isian blangkon. Artinya pengenalan blangkon itu harus tetap dilakukan,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkot Solo Akan Bangun Museum Sains dan Teknologi Januari 2023, Ini Lokasinya

Menurut Minto, acara ini juga bertujuan mengenalkan bahwa masyarakat Jawa mempunyai ciri khas tertentu, salah satunya dari sisi pakaian.

“Dari jariknya, stagennya, terus beskapnya, kerisnya paling atanya adalah blangkon. Dan itu berangkatnya bukan langsung jadi blangkon. Jadi dari ikat kepala atau udeng. Karena untuk biar praktis, dibuatnya blangkon,” katanya.

Pada kegiatan tersebut juga digelar flashmob yang diikuti oleh anak-anak muda. Mereka tampil dengan mengenakan pakaian lengkap dengan blangkon. Menurut Minto, hal itu guna mengajak anak muda untul lebih mencintai blangkon.

Flasmob dengan mengenakan blangkon juga akan kembali dilaksanakan pada Car Free Day (CFD) pada Minggu (11/9/2022) besok.

“Blangkon ini kan sebenarnya kalau kita pakai dengan warna-warna tertentu, akan lebih trendi sebenarnya. Tapi kalau yang pakem harus sesuai aturan,” ujarnya.

Baca juga: Sedang Direnovasi, Mulai 1 September Taman Satwa Taru Jurug Tak Terima Wisatawan

Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga ada edukasi blangkon oleh KGPH Puger yang merupakan adik kandung PB XIII. Pada kesempatan itu akan membedah tentang blangkon dan filosofinya.

“Yang dihawatirkan kan ketika blangkon ini diambil diakui oleh bangsa lain kan lebih repot. Padahal kan blangkon ini hal yang artistik,” katanya.

Untuk mendukung perekonomian, pada Festival Blangkon Solo ini juga menghadirkan bazar. Di sana terdapat kerajinan tangan dan kuliner.

“Terus ada workshop juga tentang pembuatan handycraft, jadi tidak melulu blangkonnya saja,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER