31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKUDUS13 Desa di...

13 Desa di 4 Kecamatan di Kudus Ini Bakal Dilewati Jalur Tol Demak-Tuban, Ini Daftarnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan jalan tol Demak-Tuban yang melaui Kudus saat ini sudah tahap kajian konsultasi publik, terkait analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). Dalam kajian tersebut, diketahui panjang ruas jalan tol yang akan melewati Kabupaten Kudus kurang lebih 8,3 kilometer.

Sedangkan tapak proyek akan memakan lahan kurang lebih 58,2 hektare. Pembangunan jalan tol tersebut juga akan melintas di empat Kecamatan di Kabupaten Kudus, antara lain Kecamatan Jati, Kecamatan Jekulo, Kecamatan Mejobo serta Kecamatan Undaan.

Baca juga: Tak Cuma Exit Tol, Kudus Juga Akan Dapat Rest Area Tol Demak-Tuban

- Ads Banner -

Kemudian, terungkap ada 13 desa di Kabupaten Kudus yang akan dilintasi jalan tol. Antara lain, Desa Jetis Kapuan, Loram Wetan, Ngemplak, Wates, Undaan Lor, Undaan Tengah, Jojo, Kesambi, Temulus, Bulung Kulon, Bulungcangkring, dan Sadang.

Bupati Kudus menyambut baik rencana Pemerintah Pusat dalam pembangunan mega proyek jalan tol ruas Demak-Tuban yang akan melewati 13 desa dan 4 kecamatan yang berada di Kabupaten Kudus. Pasalnya hal tersebut akan berdampak pada kelancaran lalu lintas serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kami mendukung sepenuhnya rencana ini, mengingat manfaat jalan tol secara nasional dan khususnya bagi Kabupaten Kudus yang akan berdampak pada kelancaran lalu lintas serta mendukung pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pemerataan pembangunan,” ungkapnya.

Yang menarik, Hartopo mengusulkan rencana adanya rest area yang dibangun di Kecamatan Mejobo tepatnya Desa Temulus seluas lima hektar, agar dapat dibuatkan jalan khusus untuk akses sepeda motor sehingga dapat dijangkau tanpa harus melewati ruas tol.

“Baru mengusulkan, untuk akses ke rest area tak harus pakai mobil. Bisa dibuatkan jalan khusus motor supaya dapat dijangkau, harapannya di sana bisa jadi ikon yang bertaraf nasional. Selain itu bisa untuk ajang berkumpul berbagai komunitas yang nantinya akan berdampak terjadinya perputaran ekonomi sehingga dapat mengangkat potensi UMKM lokal,” jelasnya.

Saksikan video pembangunan tol Semarang-Demak menggunakan teknologi bambu.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta tentang adanya pintu exit tol yang ditempatkan di dua lokasi, yakni lingkar selatan dan lingkar timur.

“Permintaan saya untuk exit tol ada dua, di perkotaan yang ada di wilayah selatan atau sekitar jalan lingkar selatan sama di lingkar timur. Tujuannya untuk mengurai kemacetan yang ada di kota,” pintanya.

Baca juga: Sebut Tol Semarang-Demak Istimewa, Jokowi: ‘Ini Solusi Atasi Macet Sekaligus Jadi Tanggul Laut’

Hartopo mengatakan pemerintah daerah akan selalu mendampingi langkah yang diambil Kementerian PUPR sebagai leading sector-nya. Dirinya berharap dengan adanya public hearing yang telah dilakukan beberapa hari lalu mendapat dukungan dari masyarakat luas terkait realisasi jalan tol ruas Demak-Tuban.

“Peran Pemda melalui Dinas PUPR dan PKPLH pasti selalu mendampingi langkah yang akan diambil kementerian, semoga terjalin kolaborasi yang baik antara PUPR, PKPLH, BPN, dan masyarakat agar saling mendukung terkait realisasi jalan tol ruas Demak-Tuban ini,” harapnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler