31 C
Kudus
Selasa, Februari 24, 2026

Produksi Bawang Putih Indonesia Baru Cukupi 20 Persen Kebutuhan Nasional

BETANEWS.ID, TEGAL – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Learning Center Bawang Putih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jumat (12/8/2022). Dia ingin tempat tersebut menjadi pusat belajar bagi siapa pun dan dari mana pun untuk mendorong kebangkitan produksi bawang putih nasional.

“Diharapkan Learning Center ini tidak menjadi ruang mati yang statis tapi menjadi ruang dinamis. Hasil pelatihan bisa juga diunggah agar bisa diakses banyak orang. Nantinya akan benar-benar menjadi tempat belajar tidak hanya yang di Kabupaten Tegal tetapi bagi siapa pun yang mau,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, saat ini produksi bawang putih dalam negeri masih terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni baru sekitar 20 persen. Makanya, learning center hasil kolaborasi Bank Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/kota itu diharapkan bisa jadi jawaban peningkatan produksi.

-Advertisement-

Baca juga: BI Bangun Pusat Belajar Bawang Putih di Tegal

“Harapan kita capaian atau target yang diinginkan tadi bisa ya. Mungkin swasembada bawang, ya nggak lah, tapi mendekati produksi atau kebutuhan bisa tercukupi di atas 50 persen, wajib menurut saya. Kalau sekarang baru 20 persenan, menurut saya itu terlalu kecil,” jelasnya.

Keberadaan learning center bawang putih di Tegal merupakan bagian dari perintah Presiden Joko Widodo untuk menjaga ketahanan pangan dan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. Untuk Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Tegal dan Temanggung dapat bantuan benih bawang putih.

Baca juga: Tekan Inflasi di Jateng, BUMD CMJT Borong 3,5 Ton Cabai dan Bawang Merah Petani

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan, angka inflasi di Indonesia cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir yang salah satunya bersumber dari komoditas pangan atau holtikultura. Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan ini merupakan perintah dari Presiden untuk menjaga inflasi di Indonesia. Gerakan ini dimulai dari Pulau Jawa bulan ini dan kemudian akan berlanjut di Sumatra, Sulawesi dan Papua, Kalimantan, dan terakhir di Bali-Nusa Tenggara.

“Inflasi kita yang hampir mencapai lima persen itu, 11,47 persennya dari pangan. Jadi seperti kata Pak Gubernur Ganjar, ini masalah perutnya bangsa makanya kita perlu menjaga,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER