BETANEWS.ID, SEMARANG – Produksi bawang putih di Jawa Tengah pernah berjaya di tahun 1980-an, tepatnya di Kabupaten Tegal. Cerita kejayaan ini coba dibangkitkan kembali oleh Bank Indonesia dengan keberadaan learning center atau pusat belajar.
Adapun rintisan learning centre bawang putih merupakan kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal yang telah membangun fasilitas learning centre berupa gedung bangsal belajar dan greenhouse senilai Rp367 juta melalui anggaran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) tahun 2021.
Sedangkan pada 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia akan membantu penataan infrastruktur lingkungan dan sarana sarana pembelajaran sebesar Rp300 juta.
Baca juga: Ekspor Pertanian Terus Meningkat, Ganjar Segera Bangun Pelabuhan Hortikultura di Jateng
Learning centre yang akan diresmikan pada awal Agustus 2022. Selanjutnya, tempat tersebut akan dikelola oleh Kelompok Tani Berkah Tani Tuwel dibawah binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, bawang putih hingga kini masih menjadi komoditas impor tertinggi. Padahal, di wilayahnya itu terbukti memiliki sejarah kejayaan bawang putih.
Baca juga: Drone Pertanian Karya Lulusan Universitas Inggris Ini Bisa Pupuk 100 Hektare Sawah Sehari
“Maka ketika presiden memerintahkan agar kita punya ketahanan pangan khususnya yang di bawang putih kita dorong. Nah, kita kerja sama dengan BI,” ujar Ganjar usai menerima Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra di kantornya, Selasa (2/8/2022).
Ganjar berharap, ke depan learning center bawang putih ini bisa direplikasi daerah lain. Mantan anggota DPR RI ini juga menginginkan learning center itu bisa jadi pusat perbenihan khusus bawang putih.
“Mudah-mudahan ini juga bisa didorong menjadi pusat perbenihan khusus bawang putih sehingga kita bisa suplai ke mana pun agar makin mandiri,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

