BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2022, Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi yang berasal dari 20 sekolah di Kota Semarang. Kegiatan tersebut dipusatkan di SD Kristen Gergaji, Jumat (19/8/2022).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang Ulfi Imran Basuki menyampaikan, kegiatan tersebut mengangkat tema Cegah Kawin Bocah.

Baca juga: Presiden Jokowi Berubah Jadi Pesulap saat Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional
“Hari ini kita mengusung tema Cegah Kawin Bocah. Karena kita melihat kasus-kasus dalam pernikahan bocah, banyak kekerasan yang terjadi, baik kepada ibu-ibu maupun anak-anak. Oleh karena itu, pemerintah baik dari tingkat pusat maupun daerah membuat program untuk mencegah perkawinan anak,” ujar Ulfi.
Lebih lanjut, Ulfi menjelaskan, pernikahan dini ini mempunyai dampak yang bahaya terhadap reporoduksi anak yang belum matang. Sehingga ia pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, untuk turut serta mencegah terjadinya pernikahan anak dalam peringatan HAN kali ini.
“Jadi kegiatan hari ini kita mengingatkan kepada para orang tua, ya para aktivis lingkungan, pemerintah, untuk ikut berusaha melindungi anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang turut menghadiri acara tersebut menyampaikan dua pesannya kepada anak-anak di Kota Semarang.
“Pertama, nikmatilah usia anak-anakmu dengan cara belajar, bersekolah, tuntut ilmu sebanyak-banyaknya, cari wawasan seluas-luasnya, termasuk pelajari soal keyakinan-keyakinan yang ada dalam agama masing-masing. Yang kedua, jangan pernah berurusan dengan persoalan hukum, caranya dengan menghindari kelompok-kelompok yang ada narkoba, tawuran, jangan ikut kegiatan-kegiatan yang bisa bikin hamil atau menikah muda” ujar Hendi.
Hendi juga menyampaikan dampak dari pernikahan anak yang menghambat tercapainya cita-cita anak. Hal tersebut dikarenakan banyaknya beban yang ditanggung setelah pernikahan.
Baca juga: Menengok Anak Panti Nurul Baet, Ganjar Sedih Ada Bayi Umur 2 Hari Ditinggal Ibu Kandungnya
Tak lupa, Hendi mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Semarang bahwa anak-anak merupakan aset berharga bangsa.
“Anak-anak ini adalah aset kita, anak-anak ini adalah bagian daripada tujuan kita untuk bisa mendidik mereka menjadi generasi yang kuat, yang punya ilmu, punya akhlak, punya kebanggan terhadap NKRI. Nantinya dia bisa meneruskan apa yang telah dilakukan oleh generasi kita ini,” ujar Hendi.
Editor : Kholistiono

