BETANEWS, KUDUS – Desa Gribig menggelar kirab peringatan Buka Luwur Sunan Kedu atau Syekh Abdul Bashir pada 13 Muharam atau Rabu (10/8/2022). Acara yang sempat vakum selama pandemi itu digelar begitu meriah dengan mengarak luwur dan hasil bumi warga setempat.
Plt Sekertaris Desa Gribig Muhammad Kamal menjelaskan, Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berpusat di Lapangan Desa Gribig. Peserta kirab yang membawa gunungan kemudian berjalan sejauh 3 kilometer menuju Makam Sunan Kedu yang ada di Dukuh Krajan RT 3 RW 2.

“Yang diarak pertama luwur, terus nasi jangkrik, gunungan hasil pertanian, sembako, hasil kerajinan sandang, dan lain-lain,” katanya.
Baca juga: Jejak Dakwah Sunan Kedu, Datang ke Kudus Naik Tampah Terbang
“Rutenya dari Lapangan Desa Gribig ke Utara, terus menuju Tugu Gribig ke Utara, sampai ke Puskesmas Gribig ke Barat, sampai Pamsimas terus ke Barat dikit, lalu ke Barat sampai ke makam,” imbuhnya.
Dalam kirab itu, pihaknya melibatkan 10 kontingan yang berasal dari Pemerintah Desa Gribig, perwakilan setiap RW, Muslimat, Ansor, Sekolah, dan Mahasiswa KKN dari Undip, Unissula, dan UMK.
“Setiap tahun sudah ada seperti ini sejak 2010, dua tahun pandemi berhenti dan baru berlanjut lagi sekarang dengan antusias warga dan sekolah semua ikut support,” terang Kamal.
Baca juga: 30.800 Nasi Jangkrik Dibagikan Pada Masyarakat saat Buka Luwur Sunan Kudus
Menurutnya, kirab tersebut sebagai bentuk melestarikan kebudayaan dan mengingat jasa Syekh Abdul Bashir sebagai cikal bakal kretek di Desa Gribig.
“Harapannya dengan adanya acara ini, masyarakat dapat mengenang jasa para leluhur kita, sebagai tokoh agam Islam, supaya Gribig bebas dari bencana dan musibah,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

