31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Gus Yasin Terkesima Musala Apung di Demak yang Manfaatkan Listrik Tenaga Surya

BETANEWS.ID, DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dibuat terkesima dengan Musala Apung Bahrur Surur di Dukuh Menco, Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Bukan karena bangunannya yang berada di atas air, melainkan listriknya yang dihasilkan dari tenaga surya. Layaknya musala pada umumnya, tempat ibadah itu juga tempat wudu, fasilitas MCK, dan lain-lain.

“Saya senang, ini kreatif dan bagian dari inovasi masyarakat. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kalau kita mau berikhtiar, insyaAllah akan ada jalannya. Yang paling menarik, mereka didampingi Unissula dikenalkan energi terbarukan, yaitu PLTS yang memanfaatkan tenaga matahari,” kata wagub, Selasa (23/8/2022).

Gus Yasin berharap, inovasi itu menjadi inspirasi bagi nelayan yang selama ini menggunakan bahan bakar solar, agar berangsur-angsur beralih memanfaatkan tenaga surya.

-Advertisement-

Baca juga: Hebat! Pelajar SMKN 2 Bawang Berhasil Ubah Motor Bensin Jadi Motor Listrik

“Musala apung ini bisa dicontoh di berbagai daerah, terutama daerah yang banyak nelayannya pergi malam pulang pagi atau sebaliknya. Pasti membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah lima waktu saat melaut,” katanya.

Pengurus Musala Bahrus Surur Bahrudin mengatakan, selain digunakan sebagai tempat salat para nelayan yang sedang melaut di sekitar Teluk Sungai Wulan, juga dimanfaatkan untuk pengajian maupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Dijelaskan, musala berukuran 9×7 meter itu dilengkapi berbagai sarana prasarana layaknya musala yang didirikan di darat. Bahan bangunan menggunakan bahan-bahan yang ringan, tahan karat, dan banyak terdapat di kampung nelayan.

Baca juga: RSJD Dr Amino Gondohutomo Sudah, Ganjar Dorong Perkantoran di Jateng Gunakan Energi Terbarukan

Pembangunan musala yang didampingi akademisi dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang tersebut, menghabiskan dana sekitar Rp215 juta. Dana swadaya masyarakat itu digunakan untuk pembelian material bangunan, yakni dinding dengan bahan kayu, stainless steel, sedangkan bagian bawah atau pondasi memanfaatkan sebanyak 110 drum plastik agar bangunan mengapung.

“PLTS di musala apung ini didampingi Unissula. Kami memanfaatkan PLTS karena saat kami berada di laut tidak bisa menggunakan listrik PLN kecuali dengan PLTS. Untuk penggunaannya, kami sudah diberi pengarahan oleh Unissula agar lebih efisien atau tidak boros, dan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER