31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Ganjar Sebut Bantuan Bibit Kelapa dari Jokowi Bisa Wujudkan Ketahanan Pangan Jangka Panjang

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bantuan ratusan ribu kelapa genjah dari pemerintah pusat untuk masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali merupakan desain ketahanan pangan yang panjang.

“Menurut saya ini bagian dari mendesain ketahanan pangan kita. Bagus ini, desain ketahanan pangannya musti panjang,” kata Ganjar usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanaman pohon kelapa genjah di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/8/2022).

Ganjar menjelaskan, seluruh komponen yang ada pada pohon kelapa bermanfaat, mulai dari buah, daun, hingga batang pohonnya. Maka dari itu, ia berpesan agar setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual buah kelapanya tetapi diolah lebih dulu untuk meningkatkan nilai jual hasil produksi.

-Advertisement-

Baca juga: Tanam 46 Ribu Bibit Kelapa di Boyolali, Jokowi Percaya Indonesia Mampu Hadapi Krisis Pangan

“Tadi usulannya setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual kelapanya tetapi diproses menjadi olahan seperti gula semut dan minyak kelapa. Ini varian-varian yang menurut saya cukup bagus ya,” jelasnya.

Dua anggota Gapoktan Karya Makmur Desa Sanggang, Sudigdo (60) dan Suyatno (48), mengatakan, bantuan kelapa genjah itu sangat membantu masyarakat Desa Sanggang. Bantuan itu diharapkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat di mana selama ini selalu bergelut dengan hama monyet. 

“Tadi ngobrol dengan Presiden menyampaikan keluhan masyarakat sini, khususnya Desa Sanggang itu sangat berterima kasih dibantu pembudidayaan kelapa genjah, karena untuk tanaman lain itu kalah dengan hama monyet,” ujar mereka.

Baca juga: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,66 Persen, Ganjar: ‘Kontribusi Luar Biasa dari Investasi’

Keduanya berharap prospek kelapa genjah bagus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani Desa Sanggang. Selama ini, banyak petani di desa itu memilih merantau karena selalu gagal panen akibat hama monyet.

“Kelapa genjah baru kali ini. Dulu di sini terkenal dengan kacang dan singkong tetapi kalah dengan hama monyet lalu petani memilih merantau. Dengan bantuan ini harapannya banyak petani yang menetap di desa dan mengembangkan ekonomi desa lewat pertanian,” pungkas Sudigdo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER