Buruh PR Rajan Nabadi Tiap Jumat Kerja Sambil Baca Tahlil dan Selawat, Alasannya Begitu Mulia

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara lantunan tahlil dan selawat terdengar cukup keras di dalam pabrik rokok (PR) Rajan Nabadi yang berada di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus. Di sana, para buruh dengan kompak berdoa dan berselawat mengikuti suara dari pengeras suara sambil tetap membuat rokok.

Menurut Owner PR Rajan Nabadi Sutrisno, aktivitas berdoa itu dilakukan Jumat satu jam sebelum pulang. Kegiatan itu atas permintaan para buruh dengan tujuan untuk mengirim doa kepada anggota keluarga dan rekan kerja yang sudah meninggal.

“Karena tujuannya mulia dan tidak mengganggu pekerjaan, saya pun memberikan izin untuk bertahlil dan berselawat setiap hari Jumat. Kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih selama lima tahun,” bebernya, Jumat (13/8/2022).

-Advertisement-

Baca juga: 64 Ribu Buruh Rokok di Kudus Terima BLT Juni-Juli Sebesar Rp600 Ribu

Tak hanya berdasarkan niat mulia para buruh, Sutris mengakui bahwa pemberian izin itu karena tahlil dan selawat juga bagus untuk mendoakan perusahaan.

“Tujuannya selain untuk mendoakan rekan dan anggota keluarga yang sudah meninggal, kegiatan itu juga untuk mendoakan agar kerjanya lancar, usaha rokoknya makin berkembang dan maju,” imbuhnya.

Dia mengatakan, PR Rajan Nabadi memiliki sekitar 195 buruh. Sedangkan produk rokok dari PR Rajan Nabadi ada tiga merek yaitu Jambu Bold, Seroja, dan Biji Jambu.

Baca juga: Buruh Rokok di KIHT Abai dan Tetap Kerja saat Dikunjungi Hartopo, Ternyata Ini Alasannya

“Semua produk kami memang rokok SKT. Hal itu dikarenakan belum adanya mesin untuk produksi rokok di KIHT,” ungkapnya.

Untuk kapasitas produksi, tutur Sutris, PR Rajan Nabadi setidaknya mampu menghasilkan rokok SKT lebih dari 100 ribu batang per hari. Sedangkan pemasarannya selama ini sudah merambah ke berbagai daerah.

“Pemasaran produk kami sudah merambah hampir seluruh Indonesia. Dalam sehari setidaknya kami bisa menjual kurang lebih seribu bungkus,” ungkapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER