31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Berani Nyapa Ganjar Meski Pakai Bahasa Isyarat, Siswa SLB B Yakut Ini Dapat Hadiah Hp

BETANEWS.ID, BANYUMAS – Pagi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba-tiba SLB B Yakut saat sedang olahraga lari keliling Kota Purwokerto, Selasa (9/8/2022). Kedatangannya secara mendadak itu sempat membuat heboh para guru dan murid.

Anak-anak yang semuanya merupakan kelompok tuli dan wicara itu langsung berlarian mendekati Ganjar. Mereka langsung meminta jabat tangan.

Gubernur Ganjar Pranowo saat mengunjungi SLB B Yakut, Purwokerto. Foto: Ist

Keceriaan juga tampak sekali di wajah Riska Nur Aini, siswa kelas XI SLB B Yakut Purwokerto. Saat teman-temannya grogi, dia justru maju dan langsung menyapa Ganjar menggunakan bahasa isyarat.

-Advertisement-

Baca juga: Keamanan Terjamin, Ganjar Sebut Barang yang Ketinggalan di Trans Jateng Akan Kembali ke Pemiliknya

Riska kemudian diminta maju oleh Ganjar dan mendapatkan hadiah handphone karena berani menjawab pertanyaan dari kepala sekolah. Setelah itu, Ganjar juga dipertemukan lagi dengan Ila Rahma. Siswa kelas XI itu sebelumnya pernah bertemu dengan Ganjar di Hari Anak Nasional Provinsi yang digelar di Pendopo Banyumas, bulan lalu.

“Kamu saya kasih handphone karena sudah berani menjawab. Terus kamu yang kemarin bertemu di Hari Anak ya, ternyata sekolahnya di sini. Nanti biar dikirim sepedanya, mau yang lipat apa yang besar? O yang besar,” ujar Ganjar kepada kedua anak itu yang disambut dengan ucapan terima kasih dari Riska dan Ila menggunakan bahasa isyarat.

Nety Lestari mewakili pihak sekolah sangat senang sekali karena Ganjar Pranowo sangat perhatian dan mau mampir ke sekolah meskipun hanya sebentar. Kedatangan Ganjar dapat memberikan motivasi bagi 105 anak difabel tunarungu-wicara di SLB Yakut.

“Semoga nanti Pak Ganjar akan mengingat kami dan akan mendirikan SLB Negeri di Kabupaten Banyumas karena kami ada empat, semuanya swasta. Biar anak-anak Banyumas lebih tercover, bisa menikmati pendidikan yang layak untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Baca juga: Tiba-Tiba Datangi Pengamen, Ganjar Ternyata Ingin Dinyanyikan Lagu Bojo Galak

Ganjar mengatakan, terkait permintaan adanya SLB Negeri di Kabupaten Banyumas bisa saja direalisasikan. Namun, sebelumnya harus dihitung dulu rasio, sistem, dan kebutuhannya. Apalagi sejauh ini sudah ada beberapa SLB swata di Kabupaten Banyumas. 

“Sebenarnya kita bisa hitung saja, mau SLB, SMK/SMA, semuanya sebenarnya tinggal kita hitung rasionya, sistemnya agar ada perimbangan. Kalau memang diperlukan bukan tidak mungkin. Tadi saya tawari juga, nggak ada (yang negeri), ya sudah yang ini saya negerikan boleh tidak? Lalu dia mikir,” katanya.

Baca juga: Kasus Pernikahan Dini di Jepara Cukup Tinggi, Pj Bupati: ‘Jangan Putus Sekolah di SMP’

Ganjar menjelaskan, pada dasarnya tidak menjadi masalah apakah itu SLB negeri atau swasta. Ia lebih menitikberatkan pada akses pendidikan yang harus diberikan kepada siapa pun, terutama yang berkebutuhan khusus.

“Kalau tadi banyak kelompok tuli ya, tapi perjuangannya luar biasa karena beberapa di antaranya ada yang berprestasi bagus dan bertemu di hari anak beberapa waktu lalu. Jadi sangat memungkinkan (SLB Negeri) tinggal kita mengkalkulasi atau menghitung kondisi itu sehingga bisa masuk dalam program,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER