Untungnya Menggiurkan, Pemuda Ini Ajak Millenial Tak Ragu Jadi Peternak Kambing

BETANEWS.ID, KUDUS – Memanfaatkan lahan di belakang rumah orang tuanya, Putra Muhammad (23), satu tahun yang lalu mulai beternak kambing. Ia yang baru lulus sebagai Sarjana Peternakan dari Universitas ternama di Yogyakarta tak malu untuk beternak kambing. Sebab, menurutnya beternak kambing sangat menguntungkan.

Ditemui di sela-sela kesibukannya merawat puluhan ekor kambingnya, pemuda yang akrab disapa Putra itu mengatakan, bahwa dunia peternakan itu bisa hidup di tengah perkembangan zaman yang makin modern dan serba digital. Oleh sebab itu, ia berharap generasi muda mau terjun untuk beternak, khususnya kambing.

“Sebab beternak kambing itu sangat menguntungkan. Ternak juga sumber dari protein hewani, jadi sangat dibutuhkan. Jadi para generasi muda dan para millenial jangan ragu untuk beternak,” ujar Putra kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-
Putra Muhammad saat berada di depan kandang kambing miliknya. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Tak Ingin Kerja di Instansi, Sarjana Muda di Desa Gondosari Ini Pilih Jadi Peternak Kambing

Si sulung dari dua bersaudara itu menuturkan, jika generasi muda tidak ada yang mau jadi peternak dan petani, maka kelak pangan negara Indonesia bisa impor semua. Sebenarnya jadi peternak, khususnya kambing itu menurutnya sangat menguntungkan, asal telaten dan ulet.

“Menguntungkan, karena pakannya bisa tidak beli. Namun, bisa cari rerumputan di ladang atau menanam sendiri,” ungkap warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus.

Dia mengatakan, modal paling banyak dalam beternak kambing berada di pakan. Untuk pakan sendiri menyerap 70 persen modal. Namun, tak usah khawatir katanya, karena modal pakan itu bisa dipangkas. Caranya dengan menanam rumput sendiri atau mencari rumput, dedaunan di ladang dan sebagainya.

“Kebetulan saya ada lahan jadi menanam rumput sendiri. Selain rerumputan, kambing saya juga beri kombinasi pakan berupa ampas tahu dan bekatul. Kami beri juga vitamin, premix dan jamu hasil eksperimen sendiri,” jelasnya.

Untuk limbahnya, kata dia, kotoran kambing padat bisa digunakan untuk kompos. Sedangkan yang cair dialirkan ke septitank dan nantinya dialirkan lagi ke lahan agar tanaman rumput sumbur.

“Konsep besarnya dari alam untuk alam. Ternak makan tumbuhan dan ternak juga bisa berkontribusi kepada alam,” ujar pemilik Makmur Jaya Farm.

Putra mengatakan, saat ini memiliki 46 ekor kambing, terdiri dari 14 betina dan 32 jantan. Khusus kambing jantan, ia fokus di pembesaran. Caranya beli kambing jantan muda dengan harga murah kemudian dirawat sekitar setahun lalu dijual.

Baca juga: Permintaan Terus Meningkat, Warga Kudus Kini Banyak yang Beralih Ternak Kambing

“Jualnya pas jelang Hari Raya Iduladha, jadi harganya bisa berlipat. Jelang Hari Raya Iduladha ini kambing jantan di Makmur Jaya Farm kami jual dengan harga Rp 3,5 juta sampai Rp 5 juta per ekor, sekarang sudah ada beberapa dipesan pelanggan,” ungkapnya.

Sedangkan yang betina, ia fokuskan sebagai indukan untuk berkembang biak. Selain kambing jenis Jawa Randu, Ia kini juga merambah ternak kambing jenis Etawa untuk produksi susu kambing.

“Serta ke depan, saya juga ingin merambah dunai usaha jasa aqiqah. Kami bisa menyediakan kambing hidup atau daging kambing yang sudah masak,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER