BETANEWS.ID, SEMARANG – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Penggaron mulai melayani pembelian Gaslink dengan sistem ganti tabung atau dikenal dengan CNG Cylinder (C-Cyl).
Perwakilan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), Luhut Sitio menjelaskan, Gaslink merupakan gas bumi yang digunakan sektor industri dan komersial seperti hotel, rumah makan, rumah sakit, dan laundry. Adapun keunggulannya dibanding elpiji adalah memiliki tingkat pembakaran yang sempurna sehingga lebih efisien. Selain itu, pengguna juga bisa hemat hingga 20 persen dan tentunya lebih aman.
“Gaslink menggunakan gas metana, jadi kalau bocor gas akan menguap ke atas, beda sama elpiji yang kalau bocor menguapnya ke bawah jadi sedikit berbahaya,” ujarnya, Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Resmikan SPBG Penggaron, Hendi Ingin Percepat Alih Bahan Bakar BRT dari Bensin ke Gas
Kemudian untuk harganya, lanjut Luhut, satu tabung Gaslink berisi 25 liter bisa dibawa pulang dengan membayar Rp250 ribu.
“Jadi kalau dibandingkan dengan elpiji itu dua tabung gas. Kalau satu tabung gas LPG 50 kg itukan harganya hampir Rp1 juta, nah kalau pakai GasLink dua tabung cuma Rp500 ribu. Jadi lebih hemat setengah harga,” ungkapnya.
Untuk pembelian, pelanggan cukup melakukan registrasi dengan download aplikasi PGN Mobile di Playstore dan Appstore. Setelah itu, akan diverifikasi dan dievaluasi data yang sudah diinput.
Baca juga: Harga Elpiji Nonsubsidi Naik Tinggi, Pemilik Pangkalan Mengeluh Sepi Pembeli
“Baru selanjutnya, teknisi kita akan datang ke rumah untuk melakukan pembangunan infrastruktur, karena kita tidak hanya berjualan saja tetapi juga memberikan pelayanan yang optimal untuk pelanggan,” jelasnya.
Menurut Luhut, saat ini pembelian gasling masih rendah, karena belum banyak warga Semarang yang menggunakannya.
“Tetapi sejauh ini setiap kali kita tawarkan dengan beberapa pertimbangan sudah mulai banyak yang memakai dan berlanganan. Yang pakai kebanyakan hotel, kafe, rumah makan, dan laundry,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

