31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Resmikan SPBG Penggaron, Hendi Ingin Percepat Alih Bahan Bakar BRT dari Bensin ke Gas

BETANEWS.ID, KUDUS – Wali Kota Semarang, Herdrar Prihadi meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Penggaron di Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (14/07/22). Dengan adanya SPBG, masalah suplai gas pun sudah teratasi, sehingga peralihan bahan bakar Bus Rapid Transit (BRT) dari bensin ke gas segera tuntas.

“Alatnya (converter kit) dari 249 tinggal sisa 117 (yang belum pakai gas). Sebentar lagi APBD selesai (dibahas), jadi kita usahakan secepat mungkin semua BRT kita bisa pakai gas,” beber Hendi.

Peresmian SPBG Penggaron. Foto: Kartika Wulandari

Hendi menyampikan, BRT Trans Semaang sudah berupaya beralih ke bahan bakar gas untuk mengurangi emisi karbon sejak 2019. Namun, akhir 2019 mengalami kendala dalam suplai gas, sehingga terpaksa menghentikan penggunaan gas.

-Advertisement-

Baca juga: Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Berdesain Ciamik yang Punya Banyak Spot Baca Menarik

“Sampai akhirnya, Agustus 2021 BRT Trans Semarang kembali memanfaatkan bahan bakar gas dengan porsi sekitar 30 persen sampai 40 persen dan sisanya masih menggunakan Solar,” ungkapnya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, SPBG nantinya akan dibuat rute yang konstan, sehingga selalu dilewati oleh kendaraan seperti truk besar dan bus.

“SPBG ini sementara untuk kendaraan besar seperti truk dan bus. Jadi diharapkan nanti kendaraan besar bisa di SPBG dan motor di SPBU. Jadi bisa mengurangi antrean,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Haryo Yunianto berharap, adanya SPBG di Semarang bisa menunjukkan bentuk upaya dan komitmen Pertamina group dalam transisi energi menuju energi bersih.

Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan dan Masuk Mal, Ganjar: ‘Kalau Perlu Mal Ada Tempat Boosting’

Dengan peresmian ini, Kota Semarang telah memiliki tiga unit SPBG, yang sebelumnya sudah ada di Kaligawe sebagai Mother Station yang berkapasitas 1 MMSCFD atau 30.000 lsp per hari dengan harga jual Rp 4.500 per lsp.

Sementara SPBG Penggaron dan SPBG Mangkang masing-masing memiliki kapasitas 0,5 MMSCFD atau 20.000 lsp. SPBG Mangkang telah selesai dimodifikasi dari OnlineStation menjadi Daugther Station.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER