31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

LBK Dialihfungsikan Jadi Shelter PGOT, Disabilitas Kudus ‘Kuliti’ Kadinsos di Hadapan Hartopo

BETANEWS.ID, KUDUS – Daenuri, seorang disabilitas Kudus mengeluhkan Loka Bina Karya (LBK) di Kecamatan Jekulo yang dialihfungsikan jadi shelter pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT). Bahkan ia menyebut pernah mengeluhkan hal itu kepada Mundir, yang sekarang menjabat Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus.

Namun sayangnya, kata dia, keluhannya saat itu tidak ditanggapi sama sekali oleh Mundir. Di hadapan Bupati Kudus Hartopo, Daenuri mengaku kecewa dengan sikap orang di Dinsos Kudus saat itu. Padahal kata dia, LBK adalah tempatnya para disabilitas untuk melatih keterampilan.

Baca juga: Bupati Kudus Akan Fasilitasi Pertemuan Antara Penyandang Disabilitas dengan Perusahaan

-Advertisement-

“LBK di Jekulo itu dulunya tempat menampung para disabilitas yang memiliki skill atau pun disabilitas yang ingin belajar keterampilan. Namun, dua tahun lalu malah digunakan sebagai shelter untuk menampung PGOT, jelas kami kecewa,” ujar Daenuri dengan nada keras saat audiensi Komisi Disabilitas Nasional (KDN) di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (7/7/2022).

Dia pun memohon kepada Bupati Kudus Hartopo untuk mengembalikan fungsi LBK sebagai mestinya. Agar dia dan para disabilitas yang punya keterampilan bisa menampung disabilitas lain untuk mengajari mereka keterampilan. Supaya para disabilitas di Kudus bisa mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada orang lain.

“Dulunya kami itu di LBK Jekulo ada pelatihan menjahit, pijat dan las. Kami sediakan gratis tak dipungut biaya,” bebernya.

Dia mengatakan, LBK Jekulo sebenarnya sudah ada sejak 1984. Namun, sejak tahun 2020 dialihfungsikan oleh pihak Dinsos Kudus sebagai selter PGOT. Kondisi bangunan sekarang pun agak terlantar dan tak terawat.

Menanggapi hal itu, Hartopo pun mengaku akan mengevaluasi kerja Dinsos P3AP2KB Kudus. Ia pun meminta kepada para warga Kudus, tak terkecuali Daenuri agar langsung menghubunginya saat ada keluhan-keluhan ke dinas dan tidak ditindaklanjuti. Sebab, ia sesungguhnya adalah pelayan masyarakat.

“Saya tegaskan, saya ini pelayan masyarakat. Jika keluhan bapak tidak ditanggapi oleh dinas langsung hubungi saya. WatsApp saya selalu aktif, atau telpon yang penting memperkenalkan diri dulu, pasti saya angkat dan langsung saya tanggapi,” ujarnya.

Baca juga: Disambati Disabilitas di Eks Keresidenan Pati, Ganjar Janji Segera Beri Bantuan

Dia pun berjanji, dalam waktu dekat akan meninjau LBK yang dimaksud. Sebab, dulunya tempat itu adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, tapi sudah dihibahkan kepada Pemkab Kudus.

“Berarti kita punya wewenang untuk itu. Secepatnya kita tinjau dan kita akan upayakan apa yang jadi keinginan Pak Deanuri,” tandas Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER