BETANEWS.ID, PATI – Ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kamis (16/6/2022). Aksi damai yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut, membuat jalan sisi utara Alun-alun Pati itu pun harus ditutup dan arus lalu lintas dialihkan.
Koordinator Aksi, Budiantoro mengungkapkan, setidaknya ada dua tuntutan yang mereka inginkan dari Pemerintah Kabupaten Pati. Pertama, terkait kesejahteraan anggota BPD dan kedua tentang penguatan lembaga.
Baca juga: Demo Mahasiswa 11 April di Pati Diwarnai Aksi Saling Dorong
“Untuk kesejahteraan, kemarin tunjangan kami (BPD) setahun itu Rp 1.750.000. Itu hanya sekitar 9 persen dari tunjangan perangkat desa lainnya. Kami minta disamakan per bulan, nominalnya sekitar 40-50 persen dari perangkat desa lainnya,” jelasnya di sela aksi demo siang itu.
Tiap bulannya, BPD Pati meminta agar kenaikan tunjangan bagi Ketua BPD menjadi Rp 1 juta, Wakil Ketua dan Sekretaris Rp 900 ribu dan anggota menjadi Rp 800 ribu. Dibanding dengan sebelumnya, Budi mengaku tunjangan BPD di Pati terkecil dibandingkan dengan kabupaten tetangga.
“Pati itu terkecil. Kudus itu sekitar Rp 1.350.000 per bulan. Blora Rp 650 ribu, Rembang dan Jepara sekitar Rp 400 ribu per bulan,” ungkapnya.
Mereka berharap, pemda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati bisa memberikan iktikad baiknya dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bila memang tidak dikabulkan, BPD mengancam akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi demi hak yang ingin didapatkan.
“Apabila memang tidak dikabulkan, kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi. Karena ini adalah hak-hak kami,” tegasnya.
Baca juga: Ribuan Nelayan Pati Turun ke Jalan, Tolak Kenaikan PNPB dan Kapal Asing
Setelah beberapa saat melakukan orasi di depan depan Kantor Bupati Pati, beberapa perwakilan pun dipersilakan masuk untuk audiensi bersama perwakilan Pemkab Pati. Mereka diterima Kepala Bagian Pemerintahan dan Kepala Satpol PP Pati.
“Aspirasi akan kami sampaikan ke pimpinan yaitu Pak Bupati. Terkait kenaikan, insya Allah ada sinyal positif dari pemda untuk menaikkan. Besarannya kami tidak tahu, karena itu perlu proses panjang. Tidak bisa langsung diputuskan,” jelas Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono selepas beraudiensi dengan perwakilan pengunjuk rasa.
Editor : Kholistiono

