31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Demo Mahasiswa 11 April di Pati Diwarnai Aksi Saling Dorong

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati melakukan aksi unjuk rasa pada 11 April 2022. Demo di depan Gedung DPRD Pati tersebut, sempat diwarnai aksi saling dorong antara pendemo dengan petugas keamanan.

Mulanya, mahasiswa melakukan orasi di depan DPRD Pati untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Mahasiswa kemudian ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD Pati, Hardi. Pendemo kemudian meminta diizinkan masuk ke dalam gedung untuk berdialog dengan pimpinan DPRD.

-Advertisement-
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Pati melakukan aksi unjuk rasa pada 11 April 2022. Foto: Ist.

Baca juga : Mahasiswa UNS Demo di Depan Rektorat, Tuntut Transparansi dan Penuntasan Kasus Diksar Menwa

Upaya untuk berdialog dengan pimpinan dewan pun dipenuhi, namun hanya 10 orang perwakilan yang diizinkan masuk.

“Pak pimpinan siap menerima. Tetapi perwakilan paling tidak 10 orang. Saya mohon untuk perwakilan. Yang masuk kita ketemu dengan ketua dan wakil ketua. Aspirasi bisa disampaikan sepuas-puasanya,” ujar Hardi.

Tetapi, mahasiswa menolak tawaran tersebut, dan meminta seluruh massa aksi diizinkan untuk masuk ke gedung dewan.

“Tidak mau. Kita satu komando, satu barisan, satu jiwa. Mari kita bersama-sama (ke dalam). Kita tidak akan masuk kalau hanya diwakili 10 orang,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Arif Suharyoso.

Bila tidak mengizinkan masuk ke dalam, pihaknya siap menunggu lima menit agar para pimpinan dewan untuk keluar. Namun, hingga batas waktu, semua pimpinan dewan tak keluar.

Beberapa saat setelah itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin dan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto datang menghampiri para mahasiswa. Mahasiswa pun menghampiri gerbang dan mendorongnya.

Sehingga petugas keamanan bertindak dan menahan para mahasiswa. Peristiwa memanas berjalan singkat. Dan berhasil dipadamkan setelah Korlap meminta peserta demonstrasi untuk tenang.

Dalam aksinya, mahasiswa menolak wacana penundaan pemilu dan menolak wacana kenaikan bahan bakar minyak subsidi pertalite dan gas elpiji 3 Kilogram.

Kemudian, mereka juga meminta pemerintah untuk mengusut tuntas dan mengutuk keras kartel-kartel mafia minyak goreng yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan dan mahalnya minyak goreng di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk ikut serta dalam mengawal isu minyak goreng mahal wacana kenaikan BBM bersubsidi kenaikan PPN dan ketidakstabilan ekonomi di Indonesia,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Cabang PMII Pati, Agus Ulin Nuha.

Pihaknya juga menuntut pemerintah untuk memberikan keadilan dalam harmonisasi peraturan perpajakan yang telah ditetapkan. Tuntutan ini berkaitan dengan kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

Baca juga : Tuntut Keringanan Uang Kuliah, Mahasiswa IAIN Kudus Demo di Depan Rektorat

Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengungkapkan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut ke pusat.

“Tuntutan mahasiswa ini merupakan kewenangan pemerintah pusat, dan kita wajib menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut,” ungkapnya.

Mahasiswa pun akhirnya membubarkan diri, setelah Ketua DPRD Pati dan wakilnya menandatangani surat pakta integritas yang disodorkan mahasiswa untuk dikirim ke pemerintah pusat.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER