31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKUDUSPATISebulan Sekali Warga...

Sebulan Sekali Warga Harus Lakukan Pengurukan Lubang di Ruas Jalan Prawoto-Sukolilo

BETANEWS.ID, PATI – Warga mengeluhkan kondisi Jalan Prawoto-Sukolilo yang rusak parah. Di beberapa titik terdapat lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan jalan tersebut, menurut warga sudah terjadi sejak 2018 lalu dan belum ada perbaikan dari pemerintah. Hal itu membuat warga harus melakukan pengurukan agar bisa menutup lubang jalan yang rusak.

Ruas Jalan Prawoto-Sukolilo rusak parah. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Jalan Prawoto-Sukolilo Rusak Parah, Warga : ‘Sudah Sejak 2018 Lalu dan Tak Kunjung Diperbaiki’

- Ads Banner -

Namun, karena pengurukan menggunakan tanah uruk biasa, sehingga ketika musim hujan jalan tersebut justru becek dan licin. Pun demikian ketika musim kemarau, mengakibatkan banyak debu, sehingga membuat tidak nyaman pengguna jalan.

Alif Handoko, salah satu warga Desa Wegil mengaku resah dengan kondisi jalan yang banyak berlubang. Menurutnya, selama ini belum ada bantuan perbaikan satu pun dari pihak pemerintah. Sementara selama ini dari pihak pemerintah desa (pemdes) hanya melakukan pengurukan jalan yang rusak parah setiap bulannya.

“Kalau bantuan belum pernah sejak rusaknya jalan dari 2018 lalu. Tapi kami hanya bisa melakukan pengurukan pakai tanah uruk setiap bulan sekali,” beber pria yang akrab disapa Alif kepada betanews.id, Kamis (12/5/2022).

Ia menyebut, rusaknya jalan tersebut salah satunya lantaran banyak kendaraan bermuatan berat yang bolak-balik mengambil tanah uruk maupun batu dari pertambangan di Pegunungan Kendeng yang berada di Kecamatan Sukolilo.

“Kalau kendaraan muatan berat atau mobil dump sehari lebih 50 ada. Keadaannya ya seperti ini, jika hujan ya banyak airnya, kalau panas ya berdebu,” ungkap warga Desa Wegil RT 2 RW 1, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati itu.

Baca juga : Perbaikan Jalan Rusak di Jepara Sudah Masuk Proses Tender, Ini Daftar Jalannya

Ia menjelaskan, jika setiap tahunnya dia dan warga setempat rutin membayar pajak. Namun jalan sejak 2018 yang banyak mengalami kerusakan, tak kunjung diperbaiki hinggi kini.

“Semoga cepat diperbaiki jalannya, biar akses jalan nyaman, selamat sampai tujuan, dengan perjalanan yang nyaman dan tidak ada kecelakaan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler