31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Nyaris Bangkrut, Istri Owner Istana Bedug Sampai Nekat Kerja di Arab Saudi untuk Cari Modal

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan beduk dan rebana setengah jadi tampak hampir memenuhi gudang milik Sugiarto (43) di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Tumpukan dua alat tabuh itu satu per satu diambil oleh beberapa pria di sana untuk dilanjutkan ke proses akhir, mulai dari pengemplasan hingga pemlituran. Di bagian lain, beberapa pekerja tampak mengerjakan beduk dan rebana dari kayu-kayu yang telah disiapkan.

Tempat bernama Istana Bedug itu memang jadi pusat pembuatan beduk dan rebana di Kudus. usaha yang sudah berlangsung turun temurun itu kini telah diteruskan oleh generasi ketiga yaitu Sugiarto pada 1999-2000.

“Karena ayah saya meninggal, dan saat itu saudaraku banyak yang merantau hingga mau tidak mau saya harus melanjutkan usaha ini,” ujarnya kepada Betanews.id, Senin (18/4/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Agar Produksi Terus Jalan dan Karyawan Tetap Bertahan, Yanto Harus Jual Aset Ratusan Juta

Anak ke enam dari tujuh bersaudara itu mengaku, awal melanjutkan usaha yang diwariskan oleh orang tuanya tidak langsung mudah. Orderan tak terlalu banyak, karena keterbatasan modal sehingga semua proses pembuatan rebana dikerjakannya sendiri.

“Karena orderan tidak banyak, saat itu ia pun nyambi kerja serabutan agar dapur tetap ngebul. Jangankan modal untuk pengembangan usaha. Dulu itu ibaratnya sehari makan seharinya lagi puasa, makan pun lauk seadanya,” bebernya.

Ia pun mengaku tak berani berspekulasi pinjam modal ke bank untuk mengembangkan usaha tersebut. Hingga pada 2014, istrinya memutuskan untuk jadi tenaga kerja wanita (TKW) ke Arab Saudi.

“Istriku bekerja di Arab Saudi selama dua tahun. Dapat uang Rp30 juta yang kemudian kami gunakan untuk mengembangkan usaha produksi rebana,” terang ayah dari tiga anak tersebut.

Dari uang tersebut, lanjutnya, ia mulai mempekerjakan orang untuk produksi rebana dan pada 2007 mulai merambah produksi beduk. Dari situ, usahanya pun tiap tahun terlihat perkembangannya.

Baca juga: Beduk dan Rebana Buatan Sugiharto Unggulkan Kualitas Suara dan Tahan Lama

Tahun 2010 pemesan beduk dan rebana di Istana Bedug mulai banyak. Tidak hanya di wilayah Kudus dan sekitarnya saja, tapi sudah merambah ke kota-kota besar, seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan.

“Sekarang pelanggan Istana Bedug sudah seluruh seantero Indonesia. Untuk pemasaran saya masih menggunakan metode lama yakni dari mulut ke mulut,” ungkapnya.

Di Istana Bedug, Sugiarto menjual rebana dari Rp1,5 juta sampai Rp5 juta per set, berisi delapan rebana. Sedangkan beduk dihargai mulai Rp8 juta sampai Rp150 juta per set.

“Harga tergantung ukuran dan motif ukir yang ada di beduk,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER