31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaBUDAYAMeriahnya Tradisi Bulusan...

Meriahnya Tradisi Bulusan yang Kembali Digelar Setelah Dua Tahun Vakum

BETANEWS.ID, KUDUS – Kirab Tradisi Bulusan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus kembali digelar, Senin (09/5/2022). Meski digelar terbatas dan hanya ada satu gunungan yang diarak, tapi masyarakat terlihat memadati jalanan yang jadi rute arak-arakan.

Bahkan, usai diarak, para pengunjung itu juga terlibat aksi berebutan hasil panen yang dijadikan gunungan. Antusias masyarakat yang tinggi itu terjadi lantaran tradisi tahunan itu kembali digelar setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19.

Warga mendatangi Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo Kudus. Foto: Kartika Wulandari

Ketua Panitia Tradisi Bulusan, Andi Lukman mengatakan, selain hanya mengarak satu gunungan, pihaknya juga hanya melibatkan 50 panitia untuk mengatur jalannya tradisi.

- Ads Banner -

Baca juga: Bupati Kudus Izinkan Tradisi Bulusan Digelar

“Setelah dua tahun vakum, alhamdulillah tahun 2022 ini tradisi Bulusan bisa kembali digelar, meskipun secara sederhana,” ujarnya.

Andi melanjutkan, setelah mengarak gunungan, panitia melanjutkan dengan kegiatan memberi makan Bulus dengan telur rebus, ketupat, dan ayam.

“Jadi tradisinya, pertama kita mengarak gunungan sampai ke makam Mbah Dudo, kemudian kita memberi makan bulus, lalu terakhir kita membagikan gunungan kepada warga sekitar,” ujarnya.

“Gunungan yang kita buat, adalah hasil bumi sekitar, kira-kira ada 20 macam jenis sayur dan buah, antanya ada kacang panjang, cabai merah, sawi putih, wortel, apel, nanas, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Mengenai makna Tradisi Bulusan, menurut Andi, tradisi ini sangat sakral sekali, sehingga warisan nenek moyang ini harus selalu diadakan dan dilestarikan.

Baca juga: Ganjar Bolehkan Penerbangan Balon Udara saat Tradisi Syawalan, tapi Ada Syaratnya

Selain untuk melestarikan warisan nenek moyang, dengan adanya Tradisi Bulusan ini juga bisa menumbuhkan perekonomian warga sekitar maupun ekonomi pedagang yang lain.

“Jadi kegiatan ini biasanya kita buka mulai lebaran ke dua. Di sini ada pasar malam dan banyak pedagang makanan dan mainan, tetapi untuk puncak tradisinya saat lebaran ketupat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Uun Nafiroh mengaku senang karena tradisi ini kembali digelar.

Alhamdulilah, bulusan diadakan lagi. Tadi waktu gunungan saya juga dapat hasil bumi. Saya dapat wortel, daun bawang, sama gambas. Sengaja ikut ambil gunungan, karena biar dapat berkahnya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler